Thursday, March 20, 2014

Sekolah Ke Luar Negeri? Kenapa Tidak?



"The world is a book and those who do not travel only read a page"
(Dunia ini bagaikan sebuah buku, dan mereka yg tidak pernah bertualang hanya membaca satu halaman saja) 

Dari kecil, gua punya satu cita-cita : pengen sekolah ke luar negeri. Ga tau buat apa, dan ga tau manfaatnya apa, pokoknya kesannya keren aja gitu kalo bisa sekolah ke Amerika, Jepang, atau Australia. Dan gua inget banget, waktu gua kecil, kedua orang tua berjanji sama gua : kalo gua belajar dengan rajin, bisa lulus SMA dengan nilai-nilai yg baik, waktu kuliah nanti, mereka akan sekolahin gua ke luar negeri. Ucapan itulah yg jadi pegangan gua selama 14 tahun gua bersekolah dari TK sampai lulus SMA. Ga peduli sesulit apapun pelajaran yg gua hadapi, gua tetep semangat, berpegang pada sebuah harapan untuk bisa sekolah ke luar negeri.

Tahun 2006, awal semester terakhir gua di SMA, kuliah menjadi sebuah topik pembicaraan paling HOT bagi anak-anak kelas 3 SMA seangkatan gua. Setiap jam istirahat, pasti ngobrolinnya tuh soal "mau kuliah di univ mana?" dan "jurusan apa?"  Untungnya waktu penjurusan di SMA tuh gua masuk IPA, jadi pilihan jurusan gua lebih luas daripada mereka yg waktu penjurusannya masuk IPS (no offense ya buat yg IPS). Mau ambil kedokteran, teknik, sastra, seni, informatika, semua bisa. Gua bareng temen-temen gua juga sibuk ikutan seminar sana-sini, ambil brosur universitas sana-sini.

Setelah berpikir panjang, akhirnya gua memutuskan mau kuliah di mana. Sebuah universitas art & design ternama di Malaysia, jurusan Game Design. Sebenernya tentunya gua pengen kuliah ke negara-negara yg lebih jauh macem US, Jepang, Korea, atau negara-negara Eropa. Tapi gua tau bahwa ekonomi keluarga gua di tahun 2006 waktu itu lagi buruk dan gua ga mau kasih beban yg terlalu berat sama orang tua. Gua tau bahwa sedari kecil, ortu gua udah siapin asuransi pendidikan buat gua, tapi tentunya nilainya juga ga akan sampe milyaran pastinya. Setelah gua hitung-hitung, kuliah di Malaysia harganya ga mahal mahal amat kalo dibandingin sama negara-negara lain. 4 tahun kuliah S1 totalnya paling 300 juta, udah termasuk biaya hidup & asrama. Masuk akal kan sebenernya?

Tapi ternyata, waktu gua mengajukan soal kuliah ini ke hadapan orang tua, gua mendapatkan kabar buruk : asuransi pendidikan gua hangus karena papa gua beberapa tahun terakhir ga bayar. Rasanya kayak disambar petir begitu gua tahu kabar buruk itu, harapan yg selama ini gua bangun di dalam hati mendadak luluh lantak bagaikan menara yg kena tendang Godzilla. Tapi, berhubung saat itu gua udah kelas 3 SMA, udah bisa mikir secara jernih, akhirnya gua mencari alternatif lain yaitu beasiswa. Tapi usaha ini juga ternyata kandas karena ternyata Indonesia tidak termasuk ke dalam daftar negara yg berhak mendapatkan bantuan dana pendidikan dari universitas-universitas yg gua kontak waktu itu.

Waktu berlalu dengan cepat, deadline ujian masuk universitas-universitas lokal di Indonesia semakin dekat, akhirnya gua memutuskan untuk kuliah di Bandung saja. Gua daftar ujian ke sebuah universitas ternama di kota Bandung di waktu yg sangat mepet, and the rest is history...
(Baca kisah lengkapnya di sini dan di sini, kalo minat) Gua sempet kuliah di sebuah universitas ternama di Bandung, kemudian karena beberapa hal, akhirnya pindah ke Maranatha dan di sanalah gua menghabiskan 4 tahun hidup gua kuliah di jurusan DKV.

Selama kuliah, gua sering magang di sana sini, dan kerasnya realita kehidupan akhirnya melunakkan idealisme gua. Oke, gua mau kuliah yg bener, lulus tepat waktu, udah itu kerja, nikah, menghidupi anak dan istri, bales budi sama orang tua, mati dengan tenang. Selesai. Tapi ternyata, Tuhan punya rencana lain buat gua...

Selama kuliah, entah kenapa gua selalu gagal dapetin pacar. Jadi jangankan mau nikah, pacaran aja ga pernah kesampean. Daripada pusing soal cinta, akhirnya gua fokus ke karir. Gua sempet magang di beberapa tempat, malah sampe cuti kuliah segala untuk magang di Jakarta tapi ujung-ujungnya gua malah sakit-sakitan dan akhirnya magang gua berakhir lebih cepat dari rencana awalnya. Tapi kemudian, keajaiban pun muncul. Tahun 2011 untuk pertama kalinya gua pergi ke luar negeri sebagai seorang individu dewasa, dan untuk pertama kalinya gua merasakan betapa indahnya yg namanya hidup itu...

50 hari bertualang di China, gua pulang membawa sejuta pengalaman hidup dan sebuah visi kehidupan yg baru : Gua pengen keberadaan gua di dunia ini punya arti. Gua pengen hidup gua ini bisa membawa perubahan positif bagi umat manusia. Untuk mewujudkan visi itu, gua ga boleh jadi katak dalam tempurung. Gua menghabiskan 24 tahun hidup di kampung halaman gua, di dalam comfort zone gua, dan gua manfaatkan sisa umur gua untuk sesuatu yg LEBIH dari itu.


Once you have tasted flight, you will forever walk the earth with your eyes turned skyward. For there you have been, and there you will always long to return.

Dan kelanjutan ceritanya, temen-temen pembaca setia Emotional Flutter pasti udah tau. Begitu lulus S1, gua langsung dapet beasiswa 4 tahun FULL untuk sekolah bahasa di China dan sekalian kuliah S2. Banyak orang yg harus MEMBAYAR untuk belajar, sementara gua selama 4 tahun di China ini, gua DIBAYAR untuk belajar. Asik kan?

Nah tentunya di postingan kali ini, gua bukan cuma berbagi pengalaman pribadi aja. Gua mau membuka pikiran temen-temen pembaca semua, sebenernya kuliah ke luar negeri itu apa aja sih manfaatnya buat kita dan bagaimana cara mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri. Yg terakhir ini, gua tulis di sini karena gua sering banget dapet email dari temen-temen pembaca Emotional Flutter yg nanyain ke gua gimana sih caranya dapetin beasiswa ke luar negeri. Gua tulis deh caranya di sini, supaya semua orang bisa baca. Ga rugi kan sering nongkrongin blog ga jelas yg satu ini? Hehehe.

Certainly, travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living

Oke, jadi apa aja sih serunya kuliah ke luar negeri itu? 4 poin di bawah ini gua kutip dari sebuah artikel majalah yg pernah gua baca, tapi gua akan jelasin dengan kata-kata dan pengalaman gua sendiri.

1. It's about the journey
Kita hidup di dunia yg sangat indah. Mungkin temen-temen udah sering denger tentang betapa banyak tempat-tempat indah di dunia ini : Kepulauan Raja Ampat di Irian, The Great Wall in China, Machu Pichu in Peru, Eifell Tower in Paris, dll. Gua baru pernah ke Great Wall doank, belum pernah ke tempat lainnya. Tapi dengerin deh : begitu lu sampe di sana dan melihat dengan mata kepala sendiri, indahnya jutaan kali lipat lebih indah daripada yg lu liat di foto super high-res di Internet atau National Geographic.

Tuhan YME tuh bener-bener seorang seniman agung. Gua menemukan bahwa ternyata keindahan yg bisa kita lihat lewat mata itu hanya tinggal sepersekiannya saja yg bisa diabadikan oleh lensa kamera super canggih sekalipun. Di saat itulah gua menyadari, betapa kecil dan terbatasnya kita manusia, dibandingkan alam semesta yg megah ini.

Dan jangan salah, masih BANYAK banget hal-hal indah dan menarik di dunia ini yg belum tertangkap oleh film atau majalah. Indahnya pemandangan di hari pertama turunnya salju, gemerisik daun-daun yg berguguran di musim gugur, harum serbuk sari yg terbawa angin di musim semi, batu-batu kali berwarna-warni di balik aliran air sungai yg jernih, dan masih banyak lagi keindahan-keindahan sederhana di dalam hidup yg mungkin belum kita rasakan di tempat asal kita.

"Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller" 


2. It's about pushing your limits and go beyond your comfort zone
Berpetualang itu rasanya seperti lagi jatuh cinta. Di saat awal kita mulai pacaran dengan seseorang, rasanya seru banget. Penuh dengan kejutan, harapan, dan juga penuh pengalaman baru yg menantang, penuh resiko, tapi anehnya selalu kita nanti-nantikan. Itulah manusia. Percaya ga percaya, manusia itu sosok yg menemukan kenikmatan dan kebahagiaan di balik tantangan. Pernah ga ngerasain betapa bangganya kita di saat kita berhasil melakukan sesuatu hal yg orang lain anggap tidak mampu kita lakukan? Betapa puas dan bahagianya kita di saat berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan yg berat? Perasaan-perasaan itulah yg akan kita rasakan setiap hari di saat kita berada di negeri orang, di tempat yg asing, penuh kejutan dan tantangan.


"The greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things as if for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted.” 


3. It's about learning and finding yourself
Lao Tzu pernah berkata "Semakin jauh seseorang pergi, semakin ia menyadari betapa sedikitnya yg ia ketahui" Dan itulah salah satu alasan mengapa kita harus berani keluar dari zona aman kita. Karena kalo kita ga pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, kita ga akan pernah menyadari betapa banyaknya hal menarik di dunia ini yg selama ini tidak pernah kita ketahui.

Hidup di luar negeri, di luar zona aman kita, akan membuat kita belajar. Belajar apa? Seminimum-minimumnya, belajar bahasa dan juga budaya baru. Di era globalisasi dan informasi ini, menurut buku yg pernah gua baca, ada baiknya jika seseorang setidaknya menguasai DUA bahasa asing. Apa sih gunanya belajar bahasa? Banyak banget. Tapi contoh yg paling gampang adalah, kalo lu cuma bisa bahasa Indonesia, lu cuma bisa mengakses informasi berbahasa Indonesia saja. Tapi kalo lu bisa bahasa lain, Inggris dan Mandarin misalnya, lu bisa mengakses lebih banyak media dan informasi yg menggunakan kedua bahasa tersebut. Banyak membaca, banyak ilmu. Banyak ilmu, banyak rejeki.

Hidup di luar negeri, hal yg paling SIMPEL sekalipun bisa jadi hal yg lumayan menantang dan juga...menarik untuk diceritakan. Bayangin, gimana caranya gua berkomunikasi dengan tukang cukur di China mengenai model rambut yg gua inginkan di saat kemampuan bahasa gua masih belum bagus? Ada yg bisa nebak gua pake cara apa? Selain bahasa, hidup di luar negeri juga "memaksa" gua belajar banyak hal yg ga gua pelajari di rumah : masak, nyuci, nyetrika, misalnya. Kita juga belajar beradaptasi dengan lingkungan yg asing, perubahan cuaca, maupun pergaulan yg baru. Hal itu secara ga langsung akan membuat lu lebih mengenal diri sendiri. Apa sih kekurangan dan kelebihan lu? Bagaimana cara lu menghadapi sesuatu? Dan lain sebagainya.

“Not until we are lost do we begin to understand ourselves. One's destination is not a place, but a new way of seeing things” 

4. It's about coming back
Oke, beberapa di antara kalian mungkin ada yg udah siap-siap mau memaki gua di kotak komentar. "Dasar ga nasionalis! Ngebanggain negeri orang, tidak mempedulikan negeri sendiri" atau komentar-komentar picik lainnya. Eits, tahan dulu ya. Baca dulu poin keempat ini, baru boleh protes.

Temen-temen pernah ga menyadari bahwa seringkali kita baru menyadari betapa nikmatnya tidur di kasur setelah berhari-hari kemping di atas gunung dan tidur di alam terbuka? Sekolah ke luar negeri juga akan membuat kita merasakan hal tersebut. Oke, mungkin negeri orang lebih maju, lebih aman, lebih canggih, dan lain sebagainya. Tapi tetep, ga akan bisa lebih nyaman daripada rumah kita sendiri. Gua punya seorang temen yg jadi chef di Itali dan setiap hari dia bisa makan aneka ragam steak, pasta, dan spageti asli Itali, tapi tetep, makanan yg paling dia kangenin adalah NASI PADANG.

Di saat kita pertama tiba di negeri orang, kita sering terkesima dan terkagum-kagum terhadap segala hal yg ada di sana. Kita pengen tahu segalanya, mengenal banyak orang, belajar bahasa serta budayanya, dll. Percaya deh, itu yg bakal kalian rasain saat pulang ke Indonesia setelah sekian lama hidup di negara lain. Hidup di negara lain ironisnya seringkali membuat kita menjadi lebih menghargai kita sendiri.

So, sebenernya manfaat utama dari sekolah di luar negeri adalah...balik lagi, supaya kita bisa belajar, dan kemudian menerapkan pengalaman-pengalaman hidup yg kita dapatkan, di NEGERI KITA SENDIRI. 

“Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra colours. And the people there see you differently, too. Coming back to where you started is not the same as never leaving.”


So, gimana caranya bisa sekolah ke luar negeri? Gimana caranya bisa dapetin beasiswa?

1. Know your destination.
Tentukan negara tujuanmu, kalo perlu berikut universitas dan juga jurusan kuliah yg kalian inginkan. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang negara/universitas tersebut. Berapa biaya yg dibutuhkan? (Biaya sekolah + biaya hidup) Adakah program beasiswa atau tunjangan pendidikan? Kalo ada, apa syaratnya? Jaman sekarang, informasi apapun bisa didapat dengan mudah lewat Internet. Why don't you start today?


2. Always start from the language
Syarat utama untuk bisa sekolah ke luar negeri adalah...BAHASA. Jadi, mulailah belajar bahasa asing sesuai dengan negara yg kalian tuju. Mau ke Jepang ya belajarlah bahasa Jepang, mau ke China ya belajarlah bahasa Mandarin. Tapi inget, mau ke negara apapun, Bahasa Inggris itu WAJIB BISA karena kebanyakan informasi beasiswa, interview, informasi, buku-buku pelajaran untuk mahasiswa asing itu menggunakan Bahasa Inggris.

Inget, yg dimaksud belajar bahasa di sini bukan hanya sekedar jago update status di FB menggunakan bahasa tersebut (padahal kata-katanya nyontek dari web lain, film, atau Google Translate), tapi kalian harus paham cara penggunakan aneka ragam vocabulary umum berikut juga cara penggunaan serta tata bahasa (grammar) dalam kalimatnya.

Biaya les/kursus emang ga murah, tapi selama ada usaha, pasti ada jalan. Kalian bisa ambil jam les hanya seminggu sekali misalnya, tapi di luar les, kalian harus banyak belajar dan baca buku sendiri. Jangan terus menerus menunda untuk belajar bahasa asing. Start today, every seconds counts.


Travel is the only thing you buy, that makes you richer.


3. Connections, connections, connections
Ga peduli di belahan dunia manapun, yg namanya koneksi itu penting. Koneksi seperti apakah yg gua maksud? Misalnya, kalian les Bahasa Jepang untuk pergi ke Jepang, biasanya guru les atau tempat kursus kalian tuh punya channel/koneksi dengan universitas tertentu di Jepang yg mungkin bisa jadi benang merah yg menghubungkan kalian dengan impian kalian itu.

Dulu gua bisa dapet kesempatan interview beasiswa ke China tuh karena dukungan dan rekomendasi dari para Laoshi yg pernah ngajarin gua Mandarin di kampus. So yeah, perlakukan setiap orang dengan hormat dan tunjukkan kesungguhan kalian dalam mengejar cita-cita kalian.


4. ASK OUT
Jangan malu bertanya. Kirim email ke universitas yg kalian tuju. Ungkapkan niat kalian untuk studi di sana dan tanya ke mereka apa syaratnya dan apakah ada program beasiswa untuk mahasiswa asing? Tentunya, untuk bisa melakukan yg satu ini, kalian harus kuasai dulu bahasanya. Kalian juga bisa cari kenalan orang lokal atau orang Indo yg sedang berada di negara tujuan kalian, dan kemudian minta mereka cariin informasi buat kalian.

Inget, a thousand miles journey begins with a single step (Perjalanan ribuan mil, dimulai dari sebuah langkah pertama) Gua juga hari ini ga akan ada di China kalo gua ga pernah mulai les Mandarin dan juga apply beasiswa sana-sini. So, made up your mind, dan kalo memang niat, mulailah berusaha dari HARI INI juga.


5. NOW or NEVER. NO EXCUSE!
Gua kenal beberapa orang yg dulu bilang gini : "Ah, gua kerja dulu aja 1-2 tahun, baru kejar beasiswa S2 ke luar negeri" Dan pada akhirnya, orang-orang itu sebagian besar ga jadi ke luar negeri. Namanya orang kalo udah masuk dunia kerja, udah mencicipi rasanya mengejar karir dan punya uang, pasti bakal males untuk ke luar negeri. Alesannya macem-macem : ortu harus dijagain lah, males kalo harus interview kerja lagi lah, udah terbiasa sama kehidupan yg sekarang lah, dan lain sebagainya.

Karena itu, gua mau wanti-wanti sama temen pembaca semua. Kalo misalnya pengen sekolah ke luar negeri, jadikanlah itu PRIORITAS UTAMA. Kejar sampai dapat, dan lakukan! Jangan menunda-nunda karena kesempatan belum tentu datang dua kali. Di saat kita umur masih muda, fisik masih prima, ortu masih sehat, nyali masih kuat, itulah saat yg tepat kalo mau mengepakkan sayap. Jangan mikir kejauhan : kuliah S2 tar pas lulus umurnya ketuaan, takut lost contact sama sahabat di Indo, dan lain sebagainya.

Masa muda tuh cuma sekali. Jangan sia-siakan waktu yg kalian miliki.

Ada pertanyaan atau komentar silahkan tulis di bawah. Comments and feedbacks are appreciated =)


”Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain

Saturday, March 1, 2014

How To Kiss Someone For The First Time


 Happiness is like a kiss - it feels best when you give it to someone else.

Pertama-tama gua mau minta maaf sama pembaca sekalian kalo akhir-akhir ini frekuensi nulis berkurang. Kehidupan gua akhir-akhir ini lagi lumayan sibuk (pacar baru, 3DS baru, dan juga semester baru hahaha). 

Tapi meskipun jarang nulis di sini, gua akhir-akhir ini suka banyak dapet email dari pembaca. Isinya macem-macem, mulai dari yg nanya soal Fistula, beasiswa ke China, masukan/request artikel, sampe curhat. Nah, beberapa hari yg lalu, gua dapet email yg isinya lumayan menarik. Intinya, sahabat kita yg satu ini udah pacaran selama 3 bulan tapi ga berani nyium pacarnya karena takut salah.

Ciuman, bisa menjadi sebuah hal yg menakutkan bagi :
1. Mereka yg belum pernah berciuman sebelumnya (bibirnya masih perawan, hahaha)
2. Mereka yg pernah punya pengalaman buruk dalam hal berciuman

Gua pacaran jumlahnya masih bisa dihitung pake jari satu tangan, so udah pasti gua bukan Casanova yg ahli banget dalam hal yg satu ini, tapi di post kali ini, gua pengen berbagi sedikit sama temen-temen pembaca semuanya mengenai cara berciuman yg baik dan ga bikin trauma, terutama bagi mereka yg belum berpengalaman atau yg pasangannya belum berpengalaman.

Ok, so here we goes...

1. Jangan bandingin adegan ciuman yg pernah lu liat di film dengan ciuman di kehidupan nyata. Apa yg terlihat bagus di layar, belum tentu juga bagus saat kita mengalaminya sendiri. Ciuman itu bukan sekedar bibir ketemu bibir, tapi sebuah wujud interaksi perasaan lu dan pasangan lu. Jadi, ga boleh kasar, harus pake feeling.

2. Percaya diri, terutama buat para cowo karena di dalam budaya Asia, pada umumnya kalianlah yg dituntut untuk bisa "memimpin" Jangan hindari kontak mata. Tatap mata pasangan kalian dalem-dalem dengan penuh keyakinan, dengan penuh perasaan. Buat dia menginginkan lu seperti bagaimana lu menginginkan dia dan tunjukkan kepada dia bahwa lu siap mengambil resiko dan lu ga ragu-ragu. Cewe tuh feelingnya kuat, mereka ga akan ngerasa "aman" kalo cowonya ga pede dan ragu-ragu.

3. Di saat temen-temen ngebayangin soal yg namanya ciuman, mungkin kalian pernah ada yg mikir kayak gini. "Bibir ketemu bibir? Tukeran ludah donk. Hiii~" Tapi percaya deh sama gua, pada saat ciuman itu akan terjadi, yg kalian pikirin bukan masalah bibir ketemu bibir atau tukeran ludah, tapi bagaimana reaksi pasangan lu setelah lu ciuman dia. Apakah dia bakal suka? Apakah momentnya tepat? Jadi, penting banget bagi kalian untuk bisa membaca bahasa tubuh pasangan kalian sebelum berciuman.

Pada umumnya, tanda-tanda bahwa seorang cewe mau dicium adalah saat ia terus menerus menatap mata dan bibir lu. Pandangan si cewe akan beralih dari mata lu, ke bibir lu, terus kembali ke mata lu. Perhatikan tandanya baik-baik, itulah saatnya bagi lu untuk maju. 

Kalo bahasa tubuh cowo, karena gua seorang cowo normal dan pasangan gua selalu cewe, gua ga bisa bicara banyak. Tapi gua rasa, cewe-cewe sih feelingnya lebih kuat dan bahasa tubuh cowo tuh lebih gampang dilihat. Kalo gua pribadi, pada saat gua ngerasa kalo sebentar lagi bakal ciuman, gua suka secara kilat menjilat bibir gua supaya ga kering. Tanda-tanda laennya, gua sendiri mungkin ga sadar. Mungkin temen-temen pembaca ada yg bisa kasih masukan mengenai hal ini?

4. Ciuman adalah sebuah bentuk sentuhan yg sangat intim. Karena itu, supaya ga kaget, pastikan bahwa lu udah menyentuh bagian-bagian tubuh lainnya dulu sebelum berciuman, misalnya tangan atau bahu. Kalo misalnya belum, genggam tangannya sebelum lu tatap matanya. Lu ga usah ngelakuin apa-apa dengan tangan dia. Genggam dengan lembut, dan tatap matanya. Lu pasti bisa ngerasain kalo kemudian dia siap untuk berciuman.

5. Kalo sebelum ciuman lu udah pelukan, mulailah mencium dari pipi atau dahinya. Hal ini akan membuat dia lebih rileks dan siap untuk ciuman di bibir yg levelnya lebih intim. Ciuman lembut di pipi atau dahinya akan membuat pasangan lu ngerasa bahwa lu benar-benar menginginkan dia seutuhnya, bukan cuma pengen ciuman doank.

“It wasn't that long, and it certainly wasn't the kind of kiss you see in movies these days, but it was wonderful in its own way, and all I can remember about the moment is that when our lips touched, I knew the memory would last forever.” Nicholas Sparks, A Walk to Remember

6. Sama halnya dengan ciuman di pipi/dahi, sebuah bisikan lembut di telinganya bisa menjadi sebuah tanda yg lembut serta romantis bahwa lu menginginkan dia dengan lebih intim. Lu ga usah sibuk mikirin kalimat romantis, ngga. Malah, kalo lu ga tau mau ngomong apa, ga usah ngomong apa-apa, cukup letakkan mulut lu di dekat telinga dia dan bernafaslah dengan lembut. Ini akan menstimulasi rangsangan di dalam tubuh pasangan lu dan dia akan siap untuk berciuman.

7. Hal yg bikin cowo takut untuk berciuman adalah rasa takut jika pasangan mereka menolak dan situasi bakal jadi awkward. Lain halnya dengan cewe. Gini cara ngetestnya : setelah lu mencium pipinya, cobalah bergeser sedikit ke arah hidung/mulut, liat reaksinya, apakah dia ngerasa kaget, jijik, atau ragu-ragu? Pada umumnya, kalo si cewe ga segera menarik diri pada saat itu, itu tandanya dia siap untuk kemudian cium di bibir. Tapi inget, jangan buru-buru, terusin aja pelukan/cuddling sambil tetep maintain komunikasi dan juga sentuhan.

8. Saat kalian pertama mencium dia, JANGAN pake lidah (French Kiss)! Itu bisa bikin pasangan kalian shock atau trauma! Sentuhkanlah bibir kalian ke bibir dia dengan lembut selama 1-2 detik, kemudian kecuplah dengan lembut bibir atas/bibir bawahnya. That's all. Stop. Tatap matanya, liat reaksinya. Kalo reaksinya oke, kalian boleh lakukan sekali lagi, lagi, dan lagi, TAPI tetep TANPA LIDAH. Ciuman dengan lidah aka French Kiss hanya boleh kalian lakukan setelah kalian berdua berciuman satu sama lain dan BUKAN pada saat CIUMAN PERTAMA. Inget, yg terlihat oke di film, belum tentu oke pada saat kalian lakukan sendiri. Segala sesuatu butuh waktu.

9. Pada saat berciuman kalian boleh pegang pipinya, bahunya, tangannya, belai rambut/punggungnya tapi jangan sekali-kali menyentuh daerah intim seperti dada, bokong, atau selangkangan di hari yg sama pada saat kalian berciuman untuk pertama kali. Mungkin kalo di film-film oke, tapi di kehidupan nyata, itu bisa menyakiti perasaan pasangan kalian. Inget, kalian berciuman itu karena kasih, bukan semata-mata demi kepuasan nafsu birahi. Save the sex for after marriage, please.

Ciuman pertama adalah sebuah pengalaman yg indah. Seudah ciuman pertama, biasanya baik cowo maupun cewenya malemnya bakal susah tidur akibat senyum-senyum sendiri. Nikmatilah kenangan manis itu, jangan sampai rusak karena kalian serakah atau ga bisa menahan diri.

10. Inget, ciuman itu adalah sebuah main dish (menu utama), dan yg namanya main dish tidak akan lengkap tanpa appetizer (hidangan pembuka). Kalo kalian udah terbiasa berpelukan atau cuddling sebelumnya, hal itu akan sangat membantu daripada tiba-tiba langsung cium di bibir. Buatlah pasangan kalian terbiasa dengan sentuhan, dan jangan panik atau kecewa kalo pasangan kalian belum siap (ketawa, memalingkan muka, atau apapun cara penolakan halus lainnya) di saat pertama kali kalian mencoba mencium dia.

Kalo pasangan kalian belum siap, itu artinya lu butuh invest lebih banyak waktu dan komunikasi ke dalam hubungan lu. Segala sesuatu yg berharga itu butuh waktu dan proses, dan cara mengungkapkan kasih sayang tidak harus melulu dengan sentuhan fisik. Ibaratnya, pacaran itu bagaikan kalian makan sepotong cake dan ciuman itu bagaikan sepotong cherry di atas cakenya. Kalian tetap bisa menikmati pacaran tanpa ciuman karena ciuman hanyalah sebuah pemanis di dalam hubungan kalian.

So, take it easy, make it fun, dan akan tiba saatnya di mana ciuman itu terjadi tanpa harus direncanakan terlebih dahulu. 

And last but not least : inget, ciuman itu adalah hal sangat berharga yg hanya lu berikan bagi orang yg paling lu sayang =)

"Ciuman itu, kalo kamu lakukan dengan orang yg bener-bener kamu sayang, rasanya manis..." ~ My Mom (baca kisah lengkapnya di Emotional Flutter - First Kiss)


Thursday, February 13, 2014

Romantic Movies You Should Watch This Valentine (2014 Edition)


Oke, sesuai requestnya dari seorang pembaca Emotional Flutter, dalam rangka menyambut Valentine's Day, gua mau kasih kalian review film-film romantis yg bisa menyemarakkan bulan Kasih Sayang ini

1. Contract Lover/合约情人 (2007)
Genre : Drama, Comedy, Family
Comedy Level : *****
Romantic Level : **
Rating : 9/10

Qifa (Richie Ren) adalah seorang pengusaha muda yg sukses di Beijing. Ia sudah lama berpacaran dengan Rachel (Kate Tsui), seorang wanita "modern" yg berprofesi sebagai guru pole dancing. Menjelang Tahun Baru Imlek, orang tua Qifa memintanya untuk pulang kampung ke Foshan sambil membawa kekasihnya. Namun Qifa tidak berani membawa Rachel pulang kampung karena takut orang tuanya yg masih berpikiran sangat tradisional dan memegang teguh adat Timur itu tidak mampu menerima kepribadian Rachel yg sangat kebarat-baratan.

Qifa dan Rachel akhirnya mendapatkan sebuah ide, mereka mempekerjakan Liu Zao (Fan Bingbing), seorang cewe freshgraduate untuk menyamar sebagai pacar Qifa dan membuat onar di depan orangtua Qifa supaya di saat Rachel datang menyusul ke sana, ia masih terlihat jauh lebih baik daripada Liu Zao dan orang tua Qifa mau menerimanya.

Rencana itu awalnya berjalan mulus dan Liu Zao berkali2 berhasil membuat orangtua Qifa naik pitam. Tapi Qifa lupa, bahwa kasih orangtua terhadap anaknya lebih besar daripada apapun. Meskipun Liu Zao berkali2 berbuat onar, orangtua Qifa tidak menyalahkan Liu Zao, maupun Qifa, mereka malah berusaha sebaik-baiknya untuk bisa menerima "calon menantu" mereka itu ke dalam keluarga mereka...




2. 101 Proposals/101次求婚 (2013)
Genre : Drama, Comedy
Comedy Level : **
Romantic Level : ****
Rating : 8/10

Huang Da (Huang Bo) adalah seorang bujangan lapuk yg umurnya sudah mencapai kepala 3. Penghasilannya pas-pasan sebagai seorang buruh bangunan dan ia juga mempunyai rekor yg sangat buruk dalam hal cinta. Setelah ditolak untuk ke-99 kalinya, secara kebetulan ia berkenalan dengan Ye Xun (Lin Chiling), seorang gadis cantik yg juga berprofesi sebagai pemain cello papan atas. Perlahan-lahan mereka pun berteman dan Huang Da diam-diam mulai menaruh hati kenapa Ye Xun.

Namun tidak semudah itu karena Huang Da menemukan bahwa Ye Xun mempunyai trauma berat di masa lalunya akibat calon tunangannya menghilang setelah mengalami kecelakaan mobil. Mampukah Huang Da, hanya dengan berbekal ketulusan, meluluhkan hati Ye Xun dan bersaing dengan rival-rival yg memiliki segalanya yg tidak ia miliki?




3. I Do/我愿意 (2012)
Genre : Drama, Comedy
Comedy Level : ***
Romantic Level : ****
Rating : 9/10

Film ini bercerita mengenai kehidupan Tang Weiwei (Li Bingbing), seorang wanita karir yg hidupnya mendadak berubah akibat kemunculan dua orang pria : Yang Nianhua, seorang pria menarik yg penuh misteri dan Wang Yang, mantan pacar Weiwei yg baru pulang dari Amerika setelah menghilang bertahun-tahun yg lalu.

Sekilas film ini mirip dengan 101 Proposals, tapi bedanya kalo 101 Proposals lebih melihat dari sisi laki-laki, film I Do ini lebih mengeksplor dari sudut pandang perempuan. Bener-bener recommended buat para kaum hawa =)




4. Love in Disguise/恋爱通告 (2010)
Genre : Drama, Comedy, Musical
Comedy Level : ****
Romantic Level : ***
Rating : 8.5/10

Du Minghan (Wang Lee Hom) adalah seorang penyanyi terkenal yg punya milyaran fans di seluruh pelosok negeri. Di suatu malam, pada saat sedang melarikan diri dari kejaran fans, mobil yg ia tumpangi tanpa sengaja menabrak Song Xiaoqing (Liu Yifei). Xiaoqing tidak apa-apa, namun karena khawatir kecapinya rusak, ia memeriksanya di pinggir jalan. Di situlah untuk pertama kalinya Minghan terpana oleh alunan musik dari kecapi Xiaoqing. Keesokan harinua, Minghan menyamar menjadi seorang murid dan pergi ke sekolah musik tempat Xiaoqing bersekolah.




5. Sophie's Revenge/非常完美 (2009)
Genre : Drama, Comedy
Comedy Level : *****
Romantic Level : ***
Rating : 9.8/10

Sophie (Zhang Ziyi) adalah seorang mangaka/pengarang komik yg hidupnya merana akibat Jeff, pacarnya, direbut oleh seorang artis layar perak bernama Joanna (Fan Bingbing). Dengan berbagai cara, ia berusaha membuat Jeff kembali padanya namun semua usaha itu berakhir dengan kegagalan. Di tengah misi balas dendamnya itu, Sophie berkenalan dengan Gordon (Peter Ho) , seorang fotografer muda yg ia curigai sebagai mantan pacar Joanna. Bersama dengan Gordon, Sophie kembali merencanakan aneka rencana balas dendam tanpa menyadari bahwa sebenarnya dalam perjalanan, hatinya perlahan-lahan sudah melupakan Jeff.




6. My Lucky Star/非常幸运 (2013)
Genre : Drama, Comedy, Action
Comedy Level : *****
Romantic Level : ***
Rating : 9/10

Film prequel dari Sophie's Revenge ini bercerita mengenai Sophie (Zhang Ziyi), seorang wanita penuh impian yg bosan dengan kehidupan membosankannya sebagai seorang travel agent. Suatu hari ia memenangkan hadiah liburan gratis ke Singapore dan di situlah tanpa sengaja, ia ikut terlibat di dalam konspirasi penyelundupan permata milik sindikat gangster internasional. Di tengah kericuhan itu, Sophie bertemu dan jatuh cinta kepada David (Wang Lee Hom), seorang agen CIA tampan. Film romance comedy yg disajikan ala James Bond + Pink Panther ini benar-benar sayang untuk dilewatkan!



Apalagi gua suka banget sama lagu soundtracknya yg dinyanyiin sama Wang Lee Hom + Zhang Ziyi. Mungkin suatu hari lagu ini bakal jadi lagu pengiring di pesta pernikahan gua, wkwkwk...

Wednesday, February 5, 2014

Emotional Flutter 30 Days Blogging Challenge - Closing


Halo semuanyaaaa...aduh sori banget, udah hampir sebulan kaga aktif nulis blog nih. SIBUK BUK BUK... Pulang ke Indo liburan Sin Ciah malah tambah sibuk di rumah, sampe mood nulis blog, nonton film, dll bener2 LENYAP...NYAP...NYAP...wew

Sabar ya, tgl 15 Februari nanti gua bakal balik ke Guilin, dan di sana gua pasti kembali aktif nulis, hehehe. Janji deh!

Soal Tantangan 30 Hari Nulis Blog...ternyata gua sendiri GAGAL ngelaksanainnya, mentok sampe hari ke-7 belom lanjut lagi dan tiba-tiba udah lewat waktu deadline lagi...hiks... Draftnya udah sampe hari sekian belas, tapi belom ada yg rampung. Kalo ga ada mood gini memang susah mau menghasilkan tulisan yg bermutu nih. Memang yg namanya berkomitmen itu sulit ya (jadi mikir dua kali, mending nikah atau ngga ya...) Tapi thank you banget ya buat yg udah ikutan, kalo dihitung-hitung total pesertanya lebih dari 70 orang lho! (Ntar daftarnya gua update lagi ya kalo udah sampe China)

Oya, so far, ada beberapa orang blogger yg lapor gua bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan tantangan nulis blog 30 hari ini. Para blogger hebat itu adalah...

Agha Maruf
Titis Ayuningsih
Meykke Santoso
Miftah Faradisa
Emi Syofyan

Selamat buat kalian semua dan terima kasih lho udah ikutan tantangan ini, hehehe.

Buat yg tantangannya belom selesai, silakan lanjutin sampe selesai...mau kapan selesainya, terserah kalian. Gua juga bakal begitu, pelan-pelan pasti gua selesaikan tantangan yg gua buat sendiri ini. Mau sebulan, setahun, dua tahun, sampai seumur hidup pun pokoknya harus TUNTAS...TAS...TAS...

Ok, segini dulu ya intermezzonya. Sampe ketemu di postingan berikutnya ;p

Friday, January 3, 2014

Keven Personal Award 2013


Udah lima tahun berturut-turut gua bikin award ini dan tahun ini pun gua akan lanjutin kebiasaan tahunan gua ini. Tahun 2013 ini so far adalah tahun yg paling HEBOH dalam hidup gua? Kenapa? Karena tahun ini gua berhasil mewujudkan banyak impian gua. Mulai dari pergi ke Harbin, dapet beasiswa S2, mengejar cinta gua sampai ke Beijing, merasakan 4 musim, menjalani operasi, dan terakhir, yg gak kalah mengejutkan adalah...I officially have a girlfriend now, hahaha. Bukan, pada akhirnya gua ga jadian sama Fen (cerita lengkapnya menyusul, siapin kotak tissue).

Temen-temen pernah denger kutipan yg satu ini? "Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get."  (dari film Forrest Gump). Temen-temen pernah ga dapet hadiah satu kotak coklat? Coklat-coklat itu beraneka ragam rasa dan isi di dalamnya, ada yg enak, ada yg ga enak. Pada saat kita mengambil sebuah coklat, kita ga tau rasa apa apa yg akan kita dapatkan dan apakah kita akan menyukainya atau tidak. Mungkin kita dapetin rasa yg kita suka, mungkin juga ternyata kita mendapatkan rasa yg kita tidak suka, tapi kita ga akan bisa tau sebelum kita memakannya. Begitulah juga hidup, selalu penuh kejutan, selalu ga bisa ditebak. Yg bisa kita lakukan hanyalah menghadapi segala yg terjadi, satu per satu, dan berharap pada akhirnya kita akan bisa mensyukuri segalanya.

Oke, cukup sampai di sini filosofinya. Langsung aja kita liat award tahun ini, siapa tau nama kalian juga tercantum di dalamnya, hehehe...

1. Best Friends

Fantastic Four
Tahun ini sebagian besar waktu gua dihabiskan di Shijiazhuang dan 3 orang sahabat inilah yg selalu membuat hari-hari gua di Shijiazhuang penuh warna. Bukan hal yg mudah bagi 4 orang dari negara dan budaya yg berbeda seperti kita ini untuk bisa jadi sahabat, tapi itulah ajaibnya kehidupan di China.

It's not easy for four people, from a different country and culture to become friends, and even more, BEST FRIENDS. But through all odds, we made it through. I'm so proud to be able to have you guys in my life, and I will cherish our friendship, forever and always! I love you! =)


Kelas 2-4
Di Guilin, gua jadi ketua kelas dan inilah temen-temen sekelas gua. Ada orang Indo, Thailand, Vietnam, Jerman, Filipina, dan juga Itali. 4 bulan belajar bersama, setiap hari menghabiskan waktu bersama, pada akhirnya kita semua pun jadi sahabat baik. Gua sayang banget sama mereka. Semoga selamanya persahabatan ini ga akan pudar.

我爱你们。希望我们一辈子是好朋友!


Temen-temen yg sama-sama terdampar bareng gua di Shijiazhuang : Kevin, Lani, Yusan, Jenny, Lea, Fanny, Dita, Tania, Jilin, dkk. Gua ga akan pernah lupa masa-masa indah "ngekost" sama kalian, hehehe.

Temen-temen di Indo yg selalu bikin gua kangen sama rumah. Temen-temen Dora Clan, geng nongkrong di kost-an Boby, temen-temen Pramuka, dan TM3. I'll see you guys, soon!!! =)


2. Best Newcomer

Wah, tahun ini gua dapet banyak temen-temen baru. Di Shijiazhuang dan di Guilin, kalo dijumlahin mah bisa sampe 200 lebih kali. Karena itulah, mungkin ga semuanya bisa gua tulis di sini namanya, tapi untuk semuanya, gua bersyukur bisa kenal sama kalian. Kalian lah yg punya peranan penting dalam membuat tahun ini sebuah tahun yg penuh makna. Thanks for your friendship, guys.

So, with this post, I wanna say thank you especially for...


Juan, karena udah jadi sahabat plus temen sekelas + traveling yg super seru di Shijiazhuang & Singapore. Sumpah, lu lucu banget, kalo bareng ma lu gua ga pernah bisa berenti ketawa. Semoga suatu hari kita ada kesempatan buat traveling bareng lagi. I'm so glad to know you, buddy!


Alionushka, bidadari cantik dari Utara. Setelah belajar Mandarin mati-matian selama setengah tahun, pada akhirnya gua bisa ngobrol ma dia. Selain cantik, ternyata dia juga orangnya lucu, ramah, dan penuh perhatian. Dialah yg membuat bulan-bulan terakhir gua di Shijiazhuang penuh warna. Thanks for everything. I will never forget you =)


Fen, cinta yg gua kejar sampai ke Beijing. Berkat dialah, hari ini gua bisa ada di sini. Ga peduli apapun yg terjadi pada akhirnya, gua ga menyesal bisa ketemu dan mencintai dia.

Last but not least, Lily, my girlfriend. The best love is the kind that awakens the soul and makes us reach for more, that plants a fire in our hearts and brings peace to our minds, and that's what you've given me.


3. Best Teacher
All the teacher that taught me in Shijiazhuang dan Guilin, for being the best teacher, mother, and friend to us all...

4. Best Night
12 April 2013
30 Juni 2013
11 Desember 2013

5. Best Enemy
FISTULA

6. Worst Night
That night on August when my Mom was hospitalized


7. Best Song



8. Funniest Person :
Masih sama kayak tahun lalu...
Vito dan Toge...DURIJAT forever in our hearts!


9. Most Loved Person :
Mom - I want you to be happy, always

10. Most Helpful Person :
Max - I don't know what I would do without you in Shijiazhuang. You were the nicest and the most caring person in our dorm. I admired you, I tried to become someone like you in Guilin.

11. Most Missed Person :
Bukan orang sih, tapi selama di China gua kangen berat sama mereka berdua. Abee and Dino, my little cute furry brothers...


12. Best Dining Place :
Now you understand why I gain weight in Shijiazhuang?


13. Best Hangout Place :
Shao Kao @ Beimen


14. Best Memorable Trip :
Harbin, Jan 2013

15. Most Memorable Transportation :
Chinese train on national holiday...oww yeaa



16. Most Used Electronic Device :
Same like last year. My best three companion in China : my dear Macbook Pro, my precious Samsung Galaxy android phone, and my little sweet black Canon pocket camera =)

17. Best Store :
Xiang Long Tai (祥隆泰超市)
I missed it so much in Guilin...

18. Best Book
The best Chinese Learning book I've ever had...
魅力汉语

19. Best Game
Pokemon Black n White
Rune Factory 3

20. Best Singer Whose Music You Listen To A Lot :
Wang Lee Hom


21. Best TV Show :
ARROW

Kamen Rider Wizard

Garo : Yami no Terasu Mono
How I Met Your Mother : Final Season

22. Best Actor :
Xu Zheng

23. Best Actress :
Fan Bingbing

24. Best Movies I Watched This Year :

Trilogy : Before Sunrise - Before Sunset - Before Midnight

Lost in Thailand

Lost on Journey

Turn Left, Turn Right

25. Best Item Bought :
My 2 TB External HD

26. Most Visited Website :
Facebook, Blogspot, 9GAG, Chinasmack, Kick-ass Torrent


27. Most Important Item :
Internet, can't live without it

28. Most Stressing Subject :
Job, career, future

29. Best Happy Moment :
Going home after spending a year in China

30. Most Regretted Moment/Thing :
Every time I argue with Mom

31. Most Hated Person :
Orang-orang goblok yg memeluk agama tanpa pake hati dan logika

32. Most Hated Place :
Kuala Lumpur Airport

33. Most Awaited Thing :
Season terakhir HIMYM

34. Most Memorable Place :
Hebei Normal University (Huihua Xueyuan), Shijiazhuang, my second home
Missing it so much. Every place, every corner, every falling leaves, filled with traces of distant days. I wish one day I could walk on that boulevard again...



35. Best Food
Ma La Xiang Guo (麻辣香锅)


36. Best Drink
Zhen Zhu Nai Cha (珍珠奶茶)


37. Best Achievement:


38. Best Thing Learned
Taijiquan (太极拳)
Making Chinese Dumplings (包饺子)
Chinese Calligraphy (中国书法)


39. Best Miracle



40. Describe 2013 In One Phrase 


Life is nothing, really, until you add the meaning.
All of us will float through a lifetime, but only some of us will be fulfilled by the journey. We'll do that by getting up off the bench, pursuing passions, developing interests, and honouring the vitality and time we've been given. Choose the life you want, don't let your doubts leave behind any regrets.

Sunday, December 8, 2013

How To Find Your Soulmate



Love is just a word until someone comes along and gives it meaning.


Kalian percaya ga sih sama yg namanya "true love" atau "cinta sejati"?
Bahwa di dunia ini ada satu orang yg benar-benar cocok untuk kalian, secara jasmani maupun rohani. Dan bagaikan kepingan puzzle, ia akan mengisi kekosongan di dalam hidup kalian dan kalian tidak akan pernah merasa kekurangan lagi jika melewati hidup bersama dia.

Gua percaya. 100%. Tanpa ada ragu sedikitpun.
Mengapa?

Well, gua belom nemuin soulmate gua, tapi gua udah pernah menyaksikan dengan mata kepala gua sendiri betapa bahagianya mereka-mereka yg berhasil menemukan satu sama lain itu.

Tapi, gua juga tahu bahwa menemukan soulmate kita itu TIDAK MUDAH.
Dan, yg lebih mengerikan lagi adalah...ternyata tidak semua orang bisa berhasil menemukan soulmatenya.

Gua pernah ngobrol sama seorang wanita paruh baya (yg identitasnya gua rahasiakan). Dia cerita ke gua bahwa dia merasa menikahi orang yg salah. Waktu itu umurnya sudah menginjak usia 27 tahun (which is masih sangat muda, kalo menurut dia saat ini) dan kemudian karena takut dianggap perawan tua, dia akhirnya buru-buru nikah sama seorang pria yg baru ia kenal beberapa minggu (yup, di dunia ini ada orang yg menikah hanya setelah kenal beberapa minggu). Bahkan keputusan untuk menikah tersebut mereka ambil di hari ketujuh semenjak perkenalan mereka, di malam setelah mereka berkencan untuk pertama kalinya (di saat kepepet, ga butuh logika, kata dia sih). 10 tahun setelah hari itu, ia menyesali keputusan gegabahnya tersebut karena ternyata suaminya adalah seorang pria yg tidak berdikari dan hanya mengandalkan harta orang tuanya semata. Sekarang mereka telah bercerai dan ia jadi seorang single mother yg berjuang menghidupi 4 orang anaknya sebagai cleaning service di sebuah pusat pertokoan kecil.

Dia bilang bahwa keputusan gegabahnya itu telah membuat dia tidak hanya kehilangan kesempatan menemukan soulmatenya, tapi bahkan kehilangan kesempatan untuk bisa hidup secara layak dan wajar. Sekarang dia hanya mampu berandai-andai, mungkinkah Tuhan YME memberikan dia kesempatan kedua untuk memulai kembali? Seandainya bisa, dia bilang, dia akan lebih sabar menjalani hidup. Kuliah dulu yg bener, kerja dulu yg bener, kenal dengan banyak orang, pacaran dulu untuk sekian waktu sebelum memutuskan untuk menikah.

Oke, contoh di atas memang cukup ekstrim. Tapi untuk bisa menegaskan point gua, gua harus ceritain contoh paling ekstrim yg pernah gua denger dengan kuping gua sendiri (bukan cuma berita di TV atau rumor)  Temen-temen pembaca setuju ga dengan pendapat sang wanita di atas, bahwa ia telah gagal menemukan soulmatenya?


Soulmate itu apa sih? Menurut gua, soulmate itu bukanlah sesuatu yg harus kita temukan, melainkan sesuatu yg harus kita bangun. Cinta sejati itu bukan bagaimana kita menemukan seseorang yg tepat, tapi bagaimana kita memupuk hubungan kita dengan cinta kasih, kesabaran, pengampunan, pengertian, dan komitmen, hingga tercipta sebuah keharmonisan dalam hidup.
Tapi menurut gua, meskipun kita tidak harus mencari seseorang yg "sempurna", bukan berarti SIAPA AJA bisa menjadi soulmate kita. Ga bisa.

Untuk bisa tercipta yg namanya saling mengerti itu butuh waktu yg tidak sebentar. Ga semua orang di dunia ini bisa cocok jadi suami istri. Kadang ada aja yg namanya perbedaan yg tidak bisa dijembatani. Jadi ya, gua rasa tetep penting untuk mencari seseorang yg cocok dan compatible sama kita. Meskipun ga harus 100% cocok, tapi seengganya harus udah ada dasar kecocokan secara prinsipal dan fundamental. Masalah nilai-nilai dan prinsip hidup misalnya, dan juga gaya hidup.

Kenapa gaya hidup berpengaruh? Karena gaya hidup itu mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang dan tingkat kecerdasan seseorang akan berpengaruh besar terhadap cara dia berkomunikasi secara verbal maupun non-verbal. Dan tanpa komunikasi yg lancar, ga akan bisa tercipta keselarasan hidup.

Jadi, gua rasa, soulmate itu mungkin bukan seorang pangeran / putri dari negeri antah berantah yg mendadak datang ke dalam hidup kita, tapi mungkin, soulmate kita adalah orang-orang terdekat kita yg sudah ada dalam hidup dan lingkungan pergaulan kita selama bertahun-tahun terakhir ini. Maksud gua, kalo orang-orang tersebut ga cocok sama kita, kita juga ga akan membiarkan dia berada di dalam kehidupan kita, betul ga? Minimal, kalo dia ada di dalam lingkungan pergaulan kita, itu tandanya secara prinsip dan gaya hidup, dia udah ada kemiripan sama kita.

Karena itulah gua suka ga habis pikir sama orang yg anti pacaran sama sahabat sendiri. Banyak yg ngomong gini "Sahabat tuh orang terbaik yg ada di hidup kita. Kalo pacaran sama sahabat sendiri, nanti kalo kita lagi ada masalah soal cinta, harus curhat ke siapa?" Lah, terus kalian pengen pacaran sama siapa? Pengen soulmate yg kayak gimana?

Logikanya kebalik, kalo menurut gua. Hubungan yg harmonis itu butuh yg namanya kasih sayang, saling menerima, saling toleransi, kompromi, dan juga rasa saling percaya which is gua rasa ga akan bisa tumbuh hanya dalam beberapa minggu setelah kenal doank. Karena itu, sahabat lawan jenis terbaik kita harusnya menjadi kandidat utama untuk menjadi soulmate kita donk, bukan hanya sekedar disimpan sebagai "ban serep" dan "tempat curhat" kalo kita lagi ada masalah doank.

Jadi ya, buat mereka-mereka yg masih sibuk mencari soulmate, poin PERTAMA yg harus kalian lakukan adalah...liat di sekitar kalian deh, ga usah jauh-jauh. Siapa sih yg ada di sisi kalian di saat suka maupun duka? Siapa sih yg akan kalian telp pertama kali di saat menghadapi kesulitan?

Rumus paling simpel kalo buat gua adalah : orang (sebisa mungkin lawan jenis ya) yg bisa kalian hubungi tanpa ragu jam 4 pagi sekalipun di saat kalian mengalami masalah dan kalian juga yakin kalo dia juga akan secepat kilat hadir ke sisi kalian saat itu juga apabila mendengar kalian sedang mengalami kesulitan...itulah soulmate kalian.

Coba liat video di bawah ini deh, mungkin bisa menambah inspirasi kalian :


Jadi ga usah mencari jauh-jauh, apalagi sampai ke luar negeri atau ke ujung dunia. Coba mulai dari orang-orang terdekat kalian dulu... Ga harus ganteng, ga harus kaya, ga harus sempurna, tapi selama dia mau dan rela menjalani suka duka hidup ini bersama kalian, itulah langkah pertama kalian berdua sebagai soulmate.

Being happy doesn't mean that everything is perfect. It means that you've decided to look beyond the imperfections. 

Poin KEDUA yg sering dilupakan orang adalah...bahwa mencintai itu adalah sebuah PROSES.
Gua liat, semua orang pasti ingin menemukan "true love" / "soulmate" nya, tapi masalahnya adalah...ga semua orang rela sabar menjalani proses pencarian itu.

Analoginya gini : Perjalanan cinta sejati itu bagaikan di saat kita membaca/menonton sebuah serial film/komik. Kadang butuh waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan kadang bertahun-tahun hingga serial itu tamat. Tapi in the end, kita puas dan bahagia telah mengikuti serial tersebut sampai akhir. Itulah cinta yg sejati. Butuh kesabaran dan kadang pengorbanan untuk bisa menikmati rasa manis di penghujungnya.

Tapi sayangnya ga semua orang bisa sesabar itu. Ada aja orang yg kalo baca komik/nonton film, karena ceritanya seru banget dan ga sabar tau endingnya, terus baru baca/nonton setengah, langsung skip ke chapter paling terakhir untuk liat endingnya. Yah, masyarakat kita memang seneng sama yg namanya jalan pintas, tapi sayangnya, di dalam hidup, apalagi cinta, GA ADA jalan pintas. 

Hidup itu adil sebenarnya. Orang-orang yg sabar dan telaten menjalani manis pahitnya sampai akhir, biasanya akan menemukan arti sesungguhnya dari perjalanan tersebut. Jangan terburu-buru karena umur, jangan pula kebawa-bawa pengaruh temen-temen yg mulai gendong bayi. Nah orang-orang yg mau cepetnya doank, mau cepet liat endingnya doank, orang-orang seperti itulah yg biasanya akan hidup dalam penyesalan.

To say that one waits a lifetime for his soulmate to come around is a paradox. People eventually get sick of waiting, take a chance on someone, and by the art of commitment become soulmates, which takes a lifetime to perfect 

Temen-temen yg sering traveling pasti tahu bahwa partner traveling yg paling baik bukanlah seseorang yg harus kita tunggu-tunggu atau cari-cari, tapi seseorang yg kita temukan di tengah perjalanan. Karena yg kita inginkan sebagai partner dalam perjalanan kita bukanlah seseorang yg harus kita paksa untuk ikut, melainkan seseorang yg juga menikmati perjalanan tersebut.
Yup, poin KETIGA, dan ga kalah penting...kadang untuk menemukan soulmate itu tidak berarti kita harus terus-terusan MENUNGGU, atau MENCARI. Ada kalanya, cara yg paling baik untuk menemukan soulmate kita adalah dengan membuat diri kita menjadi LAYAK untuk dia.

Logikanya gampang sebenernya, kalo kalian pengen ketemu soulmate yg sukses dan juga cerdas, kalian juga harus jadi sukses dan cerdas. Kalo kepengen pacar baik-baik, ya nyarinya di tempat laen, bukan di night club. Jangan harap punya pacar yg cantik, berpendidikan, dan berprofesi jadi model kalo kalian kerjaannya cuma ngabisin waktu di warnet siang malem maen DOTA. Gampang kan?

Kalo kalian ingin dicintai dan dipahami, kalian juga harus belajar mencintai dan memahami. Kalo kalian ingin dihormati dan dihargai, kalian harus jadi seseorang yg punya prinsip dan target dalam hidup. Jangan terus-terusan mencari dan menanti. Pencarian itu melelahkan dan penantian itu menyiksa batin.

Kalo kalian tersesat saat mendaki gunung misalnya, hal apakah yg harus kalian lakukan? Jangan diam di balik bayangan pepohonan, tapi naiklah ke tempat tinggi, dari situ kalian jadi dapat melihat keadaan sekeliling dengan lebih jelas, akan mempermudah kalian untuk mencari jalan pulang. Selain itu, dengan berada di tempat tinggi, kalian juga jadi lebih mudah terlihat oleh orang-orang yg mencari kalian.

Mencari soulmate juga sama logikanya. Jangan terus-terusan stay low profile dan jadi diam di balik bayang-bayang kesuksesan orang lain. Jadilah seseorang yg sukses dan terpandang, yg punya bakat dan talenta yg dikagumi orang, yg karyanya menyentuh dan mengubah hidup orang banyak. Dan saat itu, saat kalian berada di puncak, sang soulmate juga dapat menemukan kalian dengan lebih mudah ketimbang di saat kalian terombang-ambing tercampur aduk di tengah lautan manusia.

Sekali-kali, biarkan si soulmate yg lari-lari ngejar kalian, jangan kalian melulu yg lari-lari ngejar dia =)


Love is not something we give or get; it is something that we nurture and grow, a connection that can only be cultivated between two people when it exists within each one of them – we can only love others as much as we love ourselves.

Saturday, November 30, 2013

Day 6 : Yang Gua Takutin...


Meskipun badan gua segede pegulat dan wajah gua seganteng Chow Yun Fat, tapi sebagai seorang manusia normal, tentunya gua juga punya beberapa hal yg gua takuti. Hal-hal apakah itu?

1, Tempat Tinggi
Sebenernya waktu kecil gua ga pernah takut sama hal yg satu ini, tapi waktu SMA 3 gua pernah hiking sama sekolah. Ga disangka, saat kita di puncak, tiba-tiba hujan turun dengan deras, dan jalan turun kita longsor. Kita pun stuck di puncak gunung selama 1-2 jam, sampe kita menggigil kedinginan. Di jalan pulang, karena cape dan jalannya licin, gua sempet tergelincir dan tangan kiri gua PATAH.

Sejak saat itu entah kenapa kalo berada di tempat tinggi, kaki gua selalu gemeteran. Gua masih suka naek gunung, karena itu hobi gua dari kecil, tapi gua lumayan kesulitan di saat turun gunung. Jalanan menurun, apalagi kalo turunannya cukup terjal, di bawah sadar bikin kaki gua ga bisa berhenti tremor. Selaen itu, gua jadi agak kesulitan kalo naek eskalator turun di mall. Kalo liat ke bawah dari tempat tinggi, pandangan gua langsung muter-muter kayak vertigo gitu.

Gua pengen sembuh, tapi ga tau gimana caranya. Adakah temen-temen yg punya saran?


2. Darah
Waktu kecil, pas lagi nginep di rumah sodara, gua pernah diajak jalan-jalan ke daerah pertokoan King's Bandung. Dan waktu itu, di sana ada wanita yg bunuh diri. Loncat dari atas gedung, jatuh, berantakan...dan kejadiannya tuh ga jauh dari tempat gua berdiri. Gua agak inget inget lupa sama kejadiannya karena waktu itu gua masih kecil, tapi samar-samar gua inget liat darah sama bola mata si cewe itu yg menggelinding lepas dari kepalanya. Hiiiii...

Kejadian kedua, waktu kecil, ada seorang pembantu gua yg ceritanya mau ngupas apel buat gua. Ngupasnya pake cutter, tapi karena ga hati-hati, cutternya malah motong jari dia sendiri. Gua ga inget jelas lukanya kayak gimana, tapi gua inget saat darah dia ngucur ke mana-mana di kamar mandi. Shit.

Makanya sejak saat itu gua jadi takut sama darah. Kalo lagi disuntik ato diambil darah, gua ga mau liat jarum suntiknya bukan karena takut sama jarum suntik, tapi gua takut sama darahnya. Pas pelajaran Biologi di SMA, gua paling ga mau disuruh ngebedah badan kodok. Dan kalopun harus ngebedah, gua ngebedahnya dengan sangat hati hati supaya darahnya ga muncrat ke mana-mana. Ga kayak temen-temen gua yg kodoknya dirajam-rajam sampe jadi genangan darah.

Makanya, gua paling sebel kalo ke WC umum terus liat pembalut penuh darah bertebaran di mana-mana, ga dibungkus dengan rapi. Please donk ah, disgusting banget tau liatnya. Dan kadang gua suka ga abis pikir kalo denger berita bahwa seorang cowo menceraikan istri yg baru ia nikahi beberapa hari karena sang istri sudah tidak perawan. Apa sih bagusnya liat istri lu berdarah-darah di malam pertama? Semoga kalo suatu hari giliran gua tiba, gua ga pingsan di depan istri gua gara-gara liat darah...wkwkwk...


3. Kecoa
Waktu kecil, rumah gua katanya ada "penunggu"nya, jadi kakek nenek gua kalo tiap malem Jumat suka kasih "sesajen" gitu buat si "penunggu". Tapi begitu kakek nenek gua pindah dari rumah gua, mama gua menghentikan kebiasaan aneh itu. Akibatnya, sang penunggu marah dan berbuat onar di rumah gua. Pernah suatu malem, waktu gua lagi di kamar, tiba-tiba gua liat kecoa raksasa di tembok rumah gua. Gua langsung jerit-jerit ketakutan. Akhirnya, setelah didoain sama mama gua yg spiritualnya tinggi, rumah gua bebas dari yg aneh-aneh. Tapi image kecoa raksasa itu ga bisa ilang dari alam bawah sadar gua.

Waktu gua SMP, gua tinggal sekamar sama adek gua yg masih SD. Suatu malem, gua samar-samar liat kecoa yg besarnya dua kali lipat biasa, terbang masuk dari jendela dan jatuh ke atas badan adik gua. Gua langsung bangun, kaget. Tapi sebelum gua sempet berbuat apa-apa, kecoanya merangkak masuk ke mulut adek gua yg terbuka saat dia tidur. Adek gua sadar, langsung nangis jerit-jerit. Kecoa besarnya akhirnya tewas di tangan bokap, tapi kejadian itu bikin gua tambah benci sama kecoa, apalagi kalo lagi terbang.

Sayangnya, permusuhan gua dan kecoa belum berakhir sampai di situ. Suatu hari waktu lagi cuci piring, tiba-tiba ada kecoa terbang ke leher gua, terus masuk ke punggung gua. Gua shock, jerit-jerit, dan dalam kepanikan tersebut, gua membenturkan punggung gua ke tembok. Kecoanya mati, hancur tergencet, di punggung gua... JIJAAAYYYY!!!!!!


4. Film Horror
Mama gua yg punya spiritual tinggi sering bilang ke gua bahwa setan itu sebenernya ga ada bentuk. Bentuk yg kita lihat adalah proyeksi dari otak kita. Jadi ya, semakin kita banyak nonton film beginian, semakin kaya lah perbendarahaan benda-benda mistis di otak kita. Jadi ya, berhubung gua ada kemungkinan mewarisi gen "sensitif sama hal beginian" dari mama gua, mending gua ga usah nonton film kayak ginian deh. Jadi orang sensitif aja udah ga enak, ga usah ditambah pake nonton film-film ginian deh...


5. Kehilangan Orang yg Gua Sayang
Sepanjang hidup gua udah berkali-kali kehilangan orang yg gua sayang. Kakek gua, sahabat gua, cewe yg gua cintai... Tapi kehilangan orang yg bukan keluarga inti gua aja udah sakit, gimana kalo suatu hari nanti orang tua gua dipanggil Tuhan? Bisa ga gua kuat menghadapi saat itu, sekuat Papa Mama gua saat ditinggal Kakek-Nenek gua? Karena itu, bisa dibilang, hal yg satu ini adalah hal yg PALING gua takuti.

Gua ga takut akan kematian, tapi gua takut banget kalo orang-orang yg gua sayang pergi duluan ninggalin gua. Beberapa tahun silam gua pernah mimpi Papa atau Mama gua meninggal, dan gua langsung jerit-jerit sampe tersadar dari mimpi, dan abis itu gua nangis sampe pagi. Setiap kali ngomongin topik yg satu ini, mata gua pasti langsung berkaca-kaca. Gua ga yakin gua bakal kuat menghadapi hal ini suatu hari nanti, sampe terkadang gua sering berdoa supaya hari itu ga pernah tiba.

Gua tau hal itu ga mungkin terjadi. Dan kalo gua sampe pergi ninggalin Papa Mama duluan, mereka bakal hancur hatinya. Karena itu, gua cuma bisa berdoa supaya Tuhan kasih mereka kesehatan dan umur yg panjang. Meskipun gua nun jauh di seberang lautan, setiap malem gua ga pernah lupa berdoa dan doa gua cuma satu. Supaya Papa Mama sehat dan bahagia selalu di rumah. Supaya suatu hari mereka sempet ngerasain gimana rasanya gendong cucu dan juga supaya gua bisa bales budi baik mereka, membahagiakan mereka di hari tua mereka.

Rasa takut ini, yg ironisnya, jadi sumber kekuatan gua dalam hidup. Ga peduli seberapa kerasnya hidup, seberapa kerasnya kesulitan yg harus gua hadapi di perantauan ini, setiap kali gua inget senyum Papa Mama gua, ga ada hal yg ga bisa gua lakuin...

 photo 201009141437137711.jpg
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...