Monday, 11 October 2010

Hello Stranger

3


Kita kadang merasa lebih nyaman, lebih jujur, dan lebih tulus kepada orang lain yang tidak kita kenal, daripada kepada teman, sahabat, pasangan, atau orang terdekat kita lainnya. Ada semacam "barrier" yang kadang membuat kita merasa tidak nyaman ketika kita berinteraksi dengan orang-orang terdekat, karena kita harus menjaga perasaan orang-orang yang kita sayangi tersebut agar tidak terluka.
Contoh gampangnya, acara curhat di radio pernah jadi sesuatu yg populer dilakukan, karena si pencurhat merasa nyaman dan aman, berlindung dalam anonimitas. Dengan anonim, kita kadang merasa lebih bebas dan nyaman, bukan?


Film Hello Stranger (Guan Muen Ho), besutan sutradara film horor Thailand (Shutter, Alone, dan Phobia), Banjong Pisanthanaku, menggambarkan apa yang penulis ungkapkan di atas: kita bisa berbuat lebih jujur dan apa adanya kepada orang yang tidak kita kenal.
Film ini menceritakan tentang pertemuan dua orang Thailand yang tidak saling mengenal, secara tidak sengaja, di negeri korea. Si wanita datang dengan berbekal kebohongan kepada pasangannya yang posesif karena ingin menghadiri pesta pernikahan temannya. Sementara si pria datang dengan berbekal sakit hati karena baru saja diputuskan oleh pasangannya. Karena satu dan lain hal, mereka pun bertemu dan menghabiskan waktu bersama di jalan-jalan kota Seoul dan daerah-daerah lain di Korea. Pertemuan, percakapan, dan rasa saling ketergantungan membuat keduanya mulai memiliki perasaan lebih untuk satu sama lain.

Hal yang membedakan film ini dengan film komedi romantis lainnya adalah humor yang luar biasa pada film ini. Penonton disuguhi adegan demi adegan, percakapan demi percakapan yang luar biasa lucu. Tidak slapstik, tidak sarkasme, namun benar-benar lucu. Humor yang disajikan pada film ini meliputi kelucuan akibat perbedaan budaya, perbedaan iklim antara Thailand dan Korea, kelucuan akibat sindiran-sindiran terhadap drama korea yang saat ini sukses menginvasi Thailand dan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia, kelucuan akibat perbedaan karakter dari kedua tokoh utama, dan lain sebagainya. Tujuh per delapan bagian dari film ini membuat saya tidak berhenti tertawa dan sedikit mengumpat, saking lucunya.
Hal lain yang menarik perhatian penulis dari film Hello Stranger adalah pemeran utama pria dalam film ini, Chantawit Thanasewee. Ekspresi wajah Thanasewee di film ini benar-benar komikal. Sangat pas dengan adegan-adegan humor dan kebodohan-kebodohan yang terdapat pada film ini. Pemilihan cast yang sangat tepat untuk film komedi seperti ini.
Bagian romantis pada film ini terdapat pada seperempat akhir bagian film dengan dramatisasi keseriusan dan menghilangkan unsur komedi pada seper delapan akhir film. Bukan adegan-adegan romantis yang paling bagus yang pernah penulis lihat, bahkan ada adegan-adegan yang kesannya agak payah, terutama adegan-adegan yang mengikut sertakan air mata, namun kekurang baiknya bagian romantis ini tidak menghancurkan keseluruhan film. Penulis tetap menikmati film ini.
Akhir kata, menurut penulis, yang membuat film Hello Stranger ini menarik dan akrab ditonton oleh segala kalangan mungkin adalah sisi realistisnya, di mana kejadian-kejadian yang terjadi di sepanjang film adalah kejadian-kejadian yang umum dan wajar terjadi. namun jenaka, menghibur, dan memaksimalkan pemanfaatan setting dan unsur budaya yang ada Film ini membuktikan bahwa untuk membuat sebuah film romance yg bagus, tidak usah memasukkan unsur atau adegan-adegan yang hiperbolis, melainkan pengembangan dari hal-hal yang kecil dan sederhana, didukung dengan dialog yang cerdas dan totalitas akting para pemainnya.
Andai para pembuat sinetron di Indonesia mau belajar dari film ini...
PS : Lagu soundtracknya bagus banget

3 comments:

  1. jadi pengen nonton neh..hahahaha

    ReplyDelete
  2. ho'oh setujuuuuuuu,,

    hello stranger n'beberapa film thailand yg udah aku tonton bnr2 menggambarkan masyarakat pd umum'a,,

    smga perfilman dan sinetron Indonesia bs lbh baik lagi..aammiiiinn

    ReplyDelete
  3. Sekarang, marak juga fil film thailand yang tidak seperti film film korea. Nah, Indonesia kapan bisa lebih inovatif? hehehe

    salam kenal

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)