Thursday, 19 January 2012

Memahami Terorisme, Penyebab, dan Solusinya

Temen2 semua pasti ga asing dengan istilah ini kan? Yup, semenjak kejadian 9/11, terorisme menjadi suatu wacana yg marak dibicarakan di seluruh dunia. Tapi sebenarnya apa sih terorisme itu? Bagaimana munculnya? Apa sebabnya? Dan bagaimana cara menanggulanginya?

Terorisme pertama muncul di Cina 400 tahun yg lalu sebagai suatu bentuk strategi dagang di mana kekerasan digunakan sebagai upaya untuk mengintimidasi lawan bisnisnya. Tapi terorisme pertama digunakan sebagai alat politik pada saat Revolusi Prancis di mana negara menggunakan kekerasan untuk melenyapkan pihak2 yg mengoposisi jalannya pemerintah pada saat itu.


Di abad 21 ini, terorisme muncul dalam bentuk baru dengan tujuan dan modus yg berbeda dengan terorisme yg terdapat di masa lalu. Apa sih yg menyebabkan terorisme kontemporer tersebut muncul di masa kini?


Pertama, Modernitas. Di era yg serba modern ini ironisnya terdapat suatu paradoks di mana di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengalami suatu bentuk kehampaan di dalam jiwanya. Karena itulah manusia berusaha mencari jalan keluarnya lewat ajaran agama. Hal inilah yg menyebabkan munculnya sekelompok orang yg menganut paham fundamentalis.

Kaum fundamentalis adalah orang2 yg menginginkan agar manusia menjalankan agama sesuai dengan esensi aslinya (fundamen), apa adanya seperti apa yg tertulis di kitab suci tanpa adanya penafsiran atau pemaknaan yg disesuaikan dengan kehidupan masa kini. Mereka berpikir bahwa penafsiran/pemaknaan itulah yg menyebabkan penyelewengan ajaran agama yg kemudian menyebabkan kehampaan di dalam hidup. Mereka tidak memahami aspek historis dan filosofis di balik teks dan mereka juga tidak menyukai dialog. Hal inilah yg kemudian menyebabkan mereka menganut paham keras/radikal.

Mengenai kaum fundamentalis ini gua tidak bermaksud memojokkan agama atau kepercayaan tertentu lho. Dalam masing2 agama juga terdapat kaum fundamentalis dan mereka berusaha menyebarkan kepercayaan mereka dengan caranya masing2. Walaupun sebagian besar teroris yg kita kenal saat ini mengusung agama Islam, tapi bukan berarti semua umat Muslim menganut paham fundamentalis. Dalam hal ini, kita harus cermat, tidak boleh seenaknya mengeneralisasi.


Penyebab kedua munculnya terorisme adalah Kapitalis Global, sebuah paham di mana manusia terobsesi oleh kekayaan dan menganut gaya hidup konsumtif. Kapitalisme memandang manusia secara pragmatis, di mana manusia dipandang berdasarkan atribut/fungsi yg melekat, bukan apa adanya. Kapitalisme memang membawa dampak baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi ia juga membawa dampak buruk seperti perusakan lingkungan karena eksploitasi berlebihan dan juga kesenjangan sosial akibat pola hidup manusia yg semakin individualis dan serakah.

Hal inilah yg menyebabkan munculnya Al-Qaeda, sekelompok fundamentalis yg mencoba memerangi Kapitalisme ini. Sayangnya, mereka melakukannya dengan cara yg salah. Mereka berpikir bahwa cara untuk menghancurkan Kapitalisme adalah dengan menghantam negara2 yg menjadi sumber Kapitalisme, salah satunya adalah Amerika Serikat. Hal inilah yg kemudian berakibat pada terjadinya peristiwa 9/11 dan juga Bom Bali.

Apakah yg menjadi kesalahan utama terorisme dalam melakukan operasinya? Mereka menggunakan agama sebagai alat propaganda untuk memecah belah manusia dan menumbuhkan benih curiga dan permusuhan. Mereka menjadikan manusia sebagai obyek yg dapat digunakan sesuka hati dengan tercapainya tujuan tertentu, dan tentu saja hal ini bertentangan dengan ajaran agama. Coba deh, kalo kalian mau sedikit meluangkan waktu untuk berdialog dengan temen2 yg berbeda agama, kalian akan menyadari bahwa kelima agama yg ada di Indonesia mempunyai sebuah persamaan yaitu mereka menempatkan manusia sebagai subyek, bukan obyek.


Agama dan ilmu pengetahuan mempunyai tujuan yg sama yaitu memanusiakan manusia. Agama mana pun mengajarkan bahwa Sang Pencipta mengasihi manusia dan wujud kasihnya yg paling agung adalah dengan membiarkan manusia berkembang dan menentukan nasibnya sendiri. Sang Pencipta selalu menaungi dan melimpahi manusia dengan rahmat-Nya, tapi Ia juga menginginkan kita untuk berjuang untuk mencapai kehidupan yg lebih baik. Untuk tujuan itulah, Ia memberkahi manusia dengan yg namanya akal budi.

Lalu apa yg harus kita lakukan untuk menanggulangi terorisme? Satu2nya cara adalah dengan semakin memperdalam pemahaman ajaran agama kita masing2 dan juga melakukan dialog antar umat beragama. Dengan pemahaman yg benar mengenai ajaran agama, kita menjadi lebih bijaksana dan tidak mudah terprovokasi oleh ideologi yg salah.

Dan hendaklah kita juga memahami makna filosofis di balik apa yg tertulis di balik teks kitab suci, karena teks kitab suci yg ditulis ribuan tahun lalu itu tentunya tidak mencakup segala hal yg ada di jaman sekarang seperti masalah aborsi atau kloning manusia misalnya, tapi melalui penafsiran dan pemaknaan yg benar, wahyu itu akan tetap relevan untuk diterapkan sebagai pandangan hidup sampai kapanpun. Pemahaman membuat kita jadi mau bertanya, dan dengan bertanya kita jadi berpikir, dan dari berpikir itulah akan muncul yg namanya akal sehat.

Dialog antar umat beragama akan menumbuhkan rasa persaudaraan dan saling pengertian. Tidak ada agama yg paling benar karena semua agama muncul akibat respons manusia terhadap kebesaran Tuhan YME. Perbedaan akan selalu ada karena agama mengandung warna budaya dari tempat asalnya masing2, tapi pada hakikatnya, semua agama menyembah Tuhan yg sama dan bertujuan sama, yaitu memuliakan manusia dengan cara membuat manusia semakin manusia.


Gua nulis post ini bukan bermaksud sok pintar atau menggurui, bukan juga mau meracuni temen2 dengan paham/pandangan tertentu, tapi melalui post ini gua mau mengajak temen2 untuk membuka pikiran masing2. Segala sesuatu terjadi di dunia ini pasti ada sebabnya. Bukan masalah pro atau kontra, tapi gua harap dengan semakin kita memahami terorisme, kita jadi dapat lebih bijaksana dalam menentukan sikap.

Yg namanya ketidakadilan akan terus terjadi sampai kapanpun, karena itu kita harus melawannya bukan dengan kekerasan, tapi dengan ide. Manusia itu subyek, bukan obyek, karena itu apabila menggunakan akal sehatnya, manusia pasti dapat menemukan jalan keluar terhadap permasalahan apapun.

Kapitalisme dapat kita lawan dengan kreativitas, bagaimana kita mengadopsi gaya hidup yg seimbang, tidak mewah tetapi juga tidak menolak kemajuan. Terorisme tertutup pada dirinya sendiri. Ia tidak memaknai kehidupan manusia, dan sejarah telah membuktikan bahwa yg namanya kekerasan dan teror tidak akan bisa menciptakan kehidupan yg lebih baik.

Sebelum kita berusaha mengubah realitas sosial, hendaklah kita mulai perubahan itu dari kita sendiri. Jangan2 selama ini diri kita sendiri pun adalah bagian dari permasalahan tersebut.

Let’s make this world a better place. 

Make LOVE, not war...

NB : Tulisan ini terinspirasi dari kuliah yg dibawakan Pak Manusun Sinambela untuk mata kuliah Fenomologi Agama di kampus ^^

19 comments:

  1. pertamax,yang jelas trorisme yang mengatasnamakan agama itu adalah salah.semua agama mengajarkan untuk berbuat baik pada sesama bukan saling membunuh

    ReplyDelete
  2. Yes!

    Terrorism is not from any religion.
    Terrorist used religion just to have some support from same religion, although they know what they do is wrong.

    Pity them who were brainwashed and did terrorism while thinking that they're working for their god. In fact, they were totally wrong u_u

    I hope terrorism will stop immediately.

    ReplyDelete
  3. setuju,,,, ^_^


    bener bgt tuh.. semua agama mengajarkan kebaikan dan welas asih terhadap sesama manusia...

    sayang bgt ngga semua manusia menjalankan ajaran agamanya dengan benar dan seringkali menyalah gunakan dan menyalah artikan perintah dari sang maha pencipta..

    ReplyDelete
  4. setujuuu! ^^

    kekerasan hanya akan menghasilkan kekerasan. dan kekerasan nggak akan pernah mewujudkan kebaikan atau kedamaian, bagi siapapun, untuk apapun! makanya kalo mau mewujudkan kebaikan dan kedamaian, yang ditebar bibit perdamaian dan kebaikan dong. ga akan pernah ceritanya bibit apel tumbuh jadi duren, kan? :)

    ReplyDelete
  5. paling sebel melakukan tindakan terorisme individual maupun kelompok yang mengatasnamakan agama, menatang berapa tuhan dia , iya gue tau tuhan itu cuma satu, apa nggak malu dia sama tuhan !!!

    ReplyDelete
  6. kalimat terakhir postingan mu mengingatkanku pada lagu Heal The World :D

    ReplyDelete
  7. orangnya yang salah, bukan agamanya... :D

    ReplyDelete
  8. semua ajaran agama gak ada ngajarin untuk jadi seorang teroris. dan segala tindak kekerasan atas dasar agama gak dibenarkan.

    paling ngenes kalo ada sekelompok orang yang mengatasnamakan JIHAD, dengan ngebom sana-sini, padahal kalo mau jihad, sono aje di jalur Gaza.

    setiap agama punya kelompok fanatik yang radikal, tapi faktanya dalam media, Islam yang selalu digembor-gemborin, beginilah, begitulah, dan ya ujung2nya karena adanya kepentingan politik negara-negara Corp =..=

    ReplyDelete
  9. ngenes pisan lah agama dijadiin topeng buat berbagai aksi tetorisme. Setuju sama diatas gua, Islam selalu disalahin sebagai agama yang salah dalam melakukan jihad. *no offence*
    Padahal jihad yang sebenernya nggak kaya gitu.

    ReplyDelete
  10. setuju sama komen @yus yulianto. pribadinya yang salah, bukan agamanya. karena semua agama jelas-jelas pasti mengajarkan kebaikan. teroris yang berdalih 'jihad' itu bullshit. jihad pale lu empuk. arti jihadnya sendiri aja mungkin mereka gag tau.

    ReplyDelete
  11. ya bener, semua agama itu mengajarkan semua hal baik untuk manusia.. semoga Indonesia jadi makin lebih damai, makin dekmokratis, dan kita sebagai warganya bisa hidup rukun dan saling menghormati.. :)

    ReplyDelete
  12. yang kuasa itu yang teroris sesungguhnya :P
    mengambil yang bukan haknya, lalu mengkambinghitamkan orang lain sebagai teroris

    ReplyDelete
  13. aku hanya berharap dunia damai... saling bersahabat... hehehe

    ReplyDelete
  14. Islam itu gak sejelek yg dibayangkan. Para teroris itu hanyalah pembunuh berdarah dingin yang mengatasnamakan Islam dan mengadu domba umat Islam dengan lainnya. Gak ada agama yg ngajarin kejahatan. Merdeka!! :)

    ReplyDelete
  15. Sebetulnya KURANG SEPENDAPAT ama tulisan ini
    1.menurut saya teroris itu aslinya ngerti ayat2 di Kitab Suci-nya cuma sengaja di artikan berbeda soalnya mereka punya kepentingan lain yang bertentangan dengant ajaran Kitab Suci-mya
    2.kapitalisme itu bentuk penjajahan untuk menguasai dunia (oleh satu negara - ko keven know who lah) contoh penjajahannya adalah A****** Cenco**** yang ditentang oleh SOPA

    ReplyDelete
  16. you wrote: "Dialog antar umat beragama akan menumbuhkan rasa persaudaraan dan saling pengertian. "

    nah itu dia yang susah ven. kadang kalo kita ngomongin masalah agama, pasti disangka SARA. orang terlalu takut ngomongin hal kayak gitu. padahal SARA kan kalo kita menghina atau merendahkan.

    gue udah pernah ngalaminnya sih soalnya. gue pernah nulis soal agama. maksud gue baik, tapi mendadak ada seorang frontir yang salah artikan tulisan gue, plus dianya malah mojokin agama gue yang dibilangnya ngejual agama di jalan hanya gara2 nyebarin selebaran berisi kegiatan rohani di jalan. =,=

    waktu gue ngetweet di twitter pun sama. langsung ada yang bilang SARA. aduuuuh.... sampai kapan sih bakal ada dialog kalo sedikit2 mau bahas agama aja dibilang SARA. cape deh. :(

    ReplyDelete
  17. Hebat. Dua faktor penyebab terorisme di atas sangat masuk akal. :)

    Tapi cuma satu sih Bang, yang gak sreg di hati saya. Di paragraf 13, di atas gambar kepalan tangan. :) Cuma itu aja yang nggak sreg di saya. ^^

    ReplyDelete
  18. betul, terorisme itu tidak memiliki agama.
    Dan terorisme itu tidak pernah ada untuk tujuan baik... segala hal yang mengharuskan pengorbanan dari orang-orang tidak berdosa adalah jahat dan tidak benar.

    ReplyDelete
  19. Kapitalisme dapat kita lawan dengan kreativitas, bagaimana kita mengadopsi gaya hidup yg seimbang, tidak mewah tetapi juga tidak menolak kemajuan.

    setuju dg opinimu yg ini, Ven. kadang memang tanpa kita sadari,kita sendiri yg menjadi penyebab masalah tsb. btw, belum dipake ya sistem tersemat di kotak komentmu?

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)