Monday, 13 February 2012

Perfect Sense


Some pursue happiness, others create it...

Film2 bertema kiamat memang lagi populer beberapa tahun terakhir, sebut saja Knowing dan 2012. Film Perfect Sense ini juga adalah film romance yg mengusung tema kiamat, tapi kiamat yg diceritakan di sini adalah kiamat yg benar2 berbeda dari yg biasa kita lihat di film2 pada umumnya.

Diceritakan bahwa dunia terserang sebuah virus mematikan di mana virus itu tidak membunuh manusia, melainkan merampas panca indranya. Dimulai dari hilangnya indra penciuman, dan kemudian secara bertahap, tetapi pasti, indra2 lain pun mulai menghilang. Michael (Ewan McGregor), seorang chef, dan Susan (Eva Green), seorang epidemiologis, bertemu dan saling jatuh cinta di tengah kepanikan dan malapetaka yg melanda dunia itu. Mereka yg masing2 memandang hidup dengan sinis akibat kepahitan di masa lalu, kini mulai belajar mencintai di ambang terror yg menghantui kehidupan umat manusia...


Film ini bukan film suspense atau thriller yg penuh dengan ledakan dan special effect, seperti film2 kiamat pada umumnya, tapi film ini merupakan sebuah film drama yg diwarnai dengan romantisme dan nilai2 filosofis. Bagaimana manusia yg hidup dengan egois dan individualis mulai belajar untuk menghargai kehidupan ini ketika panca indra mereka menghilang satu per satu. Tidak hanya fokus pada Susan dan Michael, film ini juga memperlihatkan bagaimana reaksi masyarakat dunia terhadap epidemi ini, dan bagaimana budaya mereka saling beralkulturasi dalam menghadapi krisis global ini.

Dalam film ini diceritakan bahwa indra tersebut tidak hilang begitu saja, melainkan ada sebuah gejala yg melanda umat manusia secara massal sebelum indra mereka hilang. Misalnya, Michael dan Susan saling mengenal pada saat indra penciuman mereka hilang yg ditandai dengan rasa sedih dan depresi yg mendalam. Secara simbolis, hal itu hendak melambangkan sebuah sisi kehidupan manusia di mana manusia tidak dapat hidup sendiri, dan rasa sedih hanya dapat dihilangkan dengan kehadiran satu sama lain.

Begitu pula pada saat indra2 yg lain menghilang, terjadi sebuah gejala massal yg melanda seluruh umat manusia, yg nilai2 filosofisnya digambarkan melalui interaksi Susan dan Michael menanggapi hal tersebut. Setiap kejadian, setiap dialog yg ada, menyiratkan sebuah pesan moral yg mendalam mengenai hubungan manusia dengan dunianya.


Film ini, walaupun dikemas dalam bentuk drama romantis, sebenarnya adalah sebuah oto-kritik terhadap masyarakat dunia yg semakin hari semakin angkuh, egois, dan individualis. Banyak yg merasa bahwa dirinya paling hebat dan tidak butuh orang lain, yg mengagungkan uang, posisi, kedudukan, dan kemampuan melebihi hati nuraninya.

Individualisme juga kadang bagaikan nanah yg terdapat pada luka. Banyak manusia yg kesepian dan terluka namun menolak uluran tangan sesamanya, yg marah dan dengki serta menyimpan kepahitan di dalam hatinya namun menolak untuk menghadapinya dan memilih untuk melarikan diri. Rasa curiga dan tidak percaya terhadap kemanusiaan, membuat manusia semakin terjerumus ke dalam penderitaan.

Akuilah, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia bukan penyu, yg ketika menetas dari telur, langsung dapat berenang ke laut, bertahan hidup, dan mencari makan sendiri. Sejak lahir pun manusia selalu butuh sesamanya. Bayangkan seorang bayi yg dibiarkan begitu saja tanpa perhatian dari orang tuanya, mana mungkin bisa bertahan hidup? Manusia, memang sudah kodratnya, harus hidup berdampingan dan berelasi dengan sesamanya.

Lalu, sebenarnya apa yg kita butuhkan di dalam kehidupan kita? Cinta kasih. Itulah makna yg hendak disampaikan film ini. Cinta kasih, adalah satu2nya hal yg tidak bisa direnggut dari manusia meskipun mereka kehilangan panca indranya. Lalu kenapa kita yg masih memiliki panca indra lengkap tidak mau mengasihi sesama kita? Kita masih bisa melihat, mendengar, mengecap, mencium, meraba, tapi kita menggunakan kelima indra tersebut untuk membenci dan menyakiti sesama. Bayangkan, apabila besok kita bangun dan mendapati salah satu indra kita tidak berfungsi, kepada siapakah kita akan mencari perlindungan apabila bukan orang2 terdekat kita?


Secara pribadi gua suka film ini karena film ini mengusung dua orang aktor/artis favorit gua, Ewan McGregor dan Eva Green. Ewan McGregor pernah bermain di Moulin Rouge dan Star Wars, sementara Eva Green adalah Vesper Lynd, cinta sejati James Bond di film Casino Royale. Meskipun Eva bukan orang Inggris seperti Ewan, namun keduanya fasih dalam aksen British. Gua suka banget denger Bahasa Inggris dengan aksen British, so sexy!

Selain itu keduanya juga banyak bermain dalam film2 bukan mainstream, yg tidak mengutamakan komersialitas dan special effect, tetapi memiliki kualitas cerita dan sinematografi yg patut diacungi jempol. Film Perfect Sense ini pun bukan film blockbuster yg penuh special effect dan format 3D yg memanjakan mata, tapi film ini menjual jalan cerita yg berkualitas dan sinematografi yg artistik. Akhir kata, film ini memang tidak cocok bagi mereka yg di bawah umur karena mengandung beberapa adegan dewasa, tetapi bagi mereka yg sudah cukup umur, film ini adalah salah satu film yg sangat sayang untuk dilewatkan di bulan Februari yg penuh cinta ini...

Rating : 9.2/10


18 comments:

  1. gede amat ratingnya, nice review om ..

    ReplyDelete
  2. Kemaren saya melihat trailer film ini, tp sedikit ragu dengan tidak adanya efek seperti film blockbuster tadi. ternyata alurnya dan tema nya berbeda. Jadi penasaran klo begitu, masukin list download ahh, hihi

    ReplyDelete
  3. yaah, padahal berharap dapet pertamax tadi kak :(
    huhu

    ReplyDelete
  4. Iya, aksen British emang keren looh didenger. Hehehee...

    ReplyDelete
  5. Hmm, menarik banget review filmnya, jadi pengen nonton nih... Kayanya itu memang refleksi dari kehidupan sekarang ya, dimana emang hubungan antar manusia itu bergeser sebatas unsur kepentingan belaka, jadi seperti "you are kind to them just because you need them, if you no longer need them, just discard them like a trash"... Sangat sering dijumpai tuh sekarang, bahkan sering aku ngalamin kaya gitu... Nice!

    ReplyDelete
  6. penasaran. tu angka 9.2 dari skala 10 gimana ngitungnya yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itung aja pake otak dan hati setelah nonton...beres masalah

      Delete
  7. kasih angkanya unik, jadi penasaran pingin nonton

    ReplyDelete
  8. ngena' banget ya...
    skrg terlalu banyak orang yang mementingkan dirinya sendiri...
    nanti kalau susah atau galau, baru deh ingat2 teman2nya...

    aku penyuka film drama, jadi penasaran dengan ending cerita ini...
    happy ending kh? i hope so...^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga akan gua spoiler di sini tapi endingnya bagus banget kok, keren deh pokoknya. Makanya, nonton deh filmnya, hehehe.

      Delete
  9. recommended ni drama...setara dg drama2 korea yg pernah ditonton ^^

    ReplyDelete
  10. Waw, nilai filosopinya bagus bgt nih film. Di imdb bgus jg ratingnya. Pngen ntn tapi kuota gue syang dipake.. huaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari aja DVD bajakannya Feb, udah ada kok

      Delete
  11. tema kiamat aku seneng
    tapi dramanya yang engga
    aku tuh suka cape kalo nonton pilem drama
    nonton orang ngobrol doang hehehe

    #sindrom kebanyakan meeting...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama kayak saya tuh. paling cape kalau nonton film isinya ngomong2 doang ahhahaha

      Delete
  12. kak Keven kapan review buku romantis? soalnya kalo film terus aku cuma bisa ngiler liatnya karena gag bisa nonton. huhuu

    ReplyDelete
  13. gue jadi penasaran sama aksen britishnya... emang beda yah sama akesen orang amrik?

    ReplyDelete
  14. Tahu gak Bang, beberapa bulan lalu waktu saya lihat ini trailer film, saya langsung teringat ama film "Blindness", pernah saya bahas. Kayaknya ini film bakal saya tonton. :)

    ReplyDelete

Tinggalkan jejakmu setelah membaca. Membaca tanpa meninggalkan komentar, ibarat buang air besar tanpa cebok. Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)