Saturday, 2 February 2013

You Are The Apple of My Eye (那些年,我们一起追的女孩)

25


Setiap orang tentu pernah jatuh cinta, dan tentunya setiap cinta mempunyai kisah yg unik di baliknya. Hal tersebut juga dialami oleh Giddens Ko, seorang novelis terkenal dari Taiwan. Siapa yg sangka bahwa karirnya sebagai penulis berawal dari rasa cintanya terhadap seorang gadis di masa SMA nya. Dan setelah bertahun2 menjalani karir sukses sebagai penulis buku dan juga script film, akhirnya Giddens berkesempatan untuk mengangkat kisah cinta pribadinya di masa lampau ke layar perak. Yup, film You Are The Apple of My Eye yg sudah banyak meraih penghargaan ini adalah hasil adaptasi dari novel autobiografi karangan Giddens Ko yg berjudul "那些年我们一起追的女孩" (terjemahan : Gadis Yg Kita Taksir Bersama Di Masa-Masa Itu)




You Are The Apple of My Eye bercerita mengenai kisah cinta antara Ko Ching-teng, seorang cowo berandalan di SMA nya, dan Shen Chia-yi, seorang gadis yg adalah murid teladan di kelasnya. Tahun 1994 silam, Shen Chia-yi adalah gadis yg disukai oleh cowo2 di kelasnya, termasuk juga sahabat2 Ching-teng. Ching-teng, yg sudah sekelas dengan Chia-yi semenjak SMP, adalah satu2nya cowo yg menunjukkan rasa tidak tertarik. Hingga suatu saat, karena tertangkap berbuat ulah di kelas, Ching-teng dipindah tempat duduk ke depan Chia-yi.

Pada awalnya mereka sangat tidak akur karena Ching-teng menganggap Chia-yi adalah gadis yg sok teladan dan suka mengatur orang lain sementara Chia-yi menganggap Ching-teng adalah seorang berandalan yg tidak punya rasa tanggung jawab. Hingga suatu saat, Chia-yi lupa bawa buku Bahasa Inggris dan Ching-teng meminjamkan bukunya sehingga ia lah yg menerima hukuman berat dari guru di sekolahnya. Tersentuh oleh kebaikan Ching-teng, Chia-yi perlahan2 mulai melunak dan membantu Ching-teng untuk belajar. Di sinilah, perasaan suka itu timbul. Namun dapatkah kisah kasih di sekolah itu bertahan hingga mereka dewasa?


Secara sekilas mungkin film ini terlihat hanya sebagai sekedar film romance remaja belaka seperti ribuan film yg telah diproduksi sebelumnya. Tapi setelah gua nonton sendiri filmnya, film ini punya banyak aspek yg tidak ditemui di film2 romance pada umumnya. Pertama adalah sinematografinya yg sangat menarik. Film ini meskipun menggunakan budget yg sangat rendah, tapi dapat dengan sukses membawa penonton terhanyut di dalamnya. Ada kalanya kita dibuat tersenyum, ada kalanya kita dibuat menangis. Diiringi background music yg indah, semua perasaan muncul campur aduk di saat menonton film ini.

Kedua adalah settingnya yg klasik, seolah2 kita dibawa kembali ke tahun 1994 dan merasakan kehidupan di jaman itu. Banyak detail2 yg sangat nostalgic bagi mereka2 yg pernah tumbuh dewasa di tahun 90an. Dari film ini juga kita dapat melihat bagaimana sih kehidupan remaja di Taiwan pada tahun2 tersebut. Kenakalan remaja di masa SMA, kehidupan berasrama di universitas, dan lain sebagainya. Sebagai seseorang yg sedang menuntut ilmu di China dan merasakan semua itu, gua kagum atas betapa kuatnya peranan unsur setting di dalam penyampaian cerita di film ini.

Ketiga dan yg paling utama adalah jalan ceritanya yg sangat realistis dan gamblang, namun memberikan kesan romantis tersendiri yg membuat film ini menjadi salah satu film paling manis yg pernah gua tonton. Meskipun hanya berdurasi dua jam, tapi film ini dapat dengan sukses menampilkan betapa uniknya perpaduan cinta dan persahabatan yg menjadi tema utama film ini. Tokoh2 yg ada di dalam film ini punya karakter yg kuat dan tereksplorasi dengan utuh, dan setiap tokoh tersebut punya peranan penting yg melengkapi inti cerita utama film ini. Bukan hanya sekedar kisah cinta tokoh utamanya, melainkan relasi mereka dengan tokoh2 pendukung di dalam cerita.

Lewat film ini, kita bisa lihat betapa "unik" nya persahabatan di antara para cowo. Cowo2 dijamin ketawa, saking jujurnya film ini. Sementara cewe2..euhhh...mungkin kalian bakal merenggut dan bilang "Ihhhh..." saat lihat kenakalan para remaja cowo di film ini, tapi itulah faktanya. Kita, para cowo, sesimpel, dan sekanak-kanakan itu di masa remaja. Kita punya cara yg unik dalam bersahabat dan juga berinteraksi, dan yg kalian lihat di film ini mungkin baru sebagian kecilnya aja, hahaha.


Film ini juga mengingatkan gua akan kisah persahabatan gua dan sahabat2 baik gua hingga saat ini yg ironisnya diawali dari jatuh cinta pada gadis yg sama, persis seperti yg terjadi di film ini.

Waktu kelas dua SMP, gua naksir seorang gadis periang di kelas berinisial Pei. Tapi ternyata, bukan cuma gua seorang yg naksir ma dia. Dua orang temen deket gua di kelas, berinisial Kim dan Mon, juga suka ma dia, dan mulailah kita bersaing untuk memperebutkan si Pei. Sementara Mon lebih mengadopsi taktik pasif yaitu memperganteng diri sendiri, gua dan Kim baku hantam rebutan berusaha menarik perhatian si Pei. Bahkan entah gimana mulainya, waktu itu gua dan Kim setiap hari berlomba2 ngasih Pei puisi Bahasa Inggris (yg bertahun2 kemudian, gua baru tau bahwa Pei saat itu ga bisa Bahasa Inggris, puisi kita berdua ga ada satu pun yg dia baca)

Inilah awal dari karir menulis gua sekaligus alasan yg mendorong gua untuk belajar Bahasa Inggris secara otodidak.

Suatu hari, setelah beres ujian, gua, Kim, dan Mon lagi rebutan mau nganterin Pei pulang ke kostnya (di seberang sekolah, ga jauh) dan mendadak seekor makhluk cebol berinisial Ge muncul dan dengan sontoloyonya ngobrol sambil jalan bareng ma si Pei. Untuk pertama kalinya, kita bertiga yg merasa lebih duluan suka ma si Pei, mulai berkoalisi untuk menyingkirkan makhluk2 asing yg menganggu kelancaran persaingan kita bertiga mendapatkan hati si Pei.

Sementara kita lagi sibuk memikirkan cara menyingkirkan si Ge, kabar burung muncul bahwa Pei saat itu lagi deket dengan seorang anggota paskibra berinisial Dor, yg sampe hari ini, motifnya tidak kita ketahui dengan jelas. Keadaan diperparah saat Pei saat itu tampaknya naksir dengan sahabat pramuka gua yg berinisial Bak, dan kemudian memutuskan untuk ikut Pramuka. Di Pramuka dia bertemu dengan lebih banyak cowo yg juga naksir dia, salah satunya adalah seorang cowo melankolis berkacamata berinisial Drew.

Entah gimana ceritanya, gua dan Drew merasa cocok dengan satu sama lain dan kita pun dalam waktu singkat jadi best friend, dan juga best rival, sama2 saling bantu dan saling sikut memperebutkan si Pei. Waktu itu, korban sudah mulai berjatuhan, dan yg masih tahan serius ngejar si Pei tinggal gua dan Drew. Hingga suatu hari, Pei akhirnya pindah sekolah dan ga ada satupun dari kita yg berhasil mendapatkan si Pei.


Tapi meskipun tidak berhasil mendapatkan cewe yg kita suka tersebut, entah bagaimana caranya, di tengah perjalanan, kita bertujuh malah jadi sahabat baik...hingga hari ini. Mungkin salah satu faktornya adalah gara2 kita semua Pramuka bareng selama SMP dan SMA (selaen gua, Bak, dan Drew, sisanya masuk Pramuka demi ngejar si Pei) Tapi, hingga hari ini, 10 tahun kemudian, mereka lah segelintir orang di dunia yg bisa gua sebut sebagai "Best Friend"

Mereka adalah orang2 yg paling gua percaya. Gua bisa cerita apa aja pada mereka dan mereka ga akan bongkar rahasia gua, meskipun gua ga minta. Mereka tahu kapan kita harus serius, dan kapan kita boleh bercanda. Mereka tahu kapan harus kasih saran dan kapan harus ngejek (cih). Meskipun kita ga sering ketemu, malah kadang ada kalanya gua kaga ketemu mereka berbulan2, tapi saat kita ketemu, rasanya kita bagaikan ga pernah berpisah. Ga perlu basa-basi, ngobrolin apa pun tetep nyambung, mengalir apa adanya. Kadang2 kita suka bertengkar, adu argumen, saling hina, tapi ga pernah ada benci atau dendam di antara kita.

Sekarang kita semua terpencar di seluruh penjuru dunia. Gua lagi kuliah di Cina, ada yg lagi kuliah di Inggris, ada yg lagi sibuk sama EO nya, ada yg sibuk berprofesi jadi programmer sekaligus fotografer, tapi di mana pun kita berada, sesibuk apapun kita sama urusan masing2, persahabatan kita tidak memudar sedikitpun. Kalo mau ngobrol di grup Whatsapp ga perlu deh basa-basi "Oy, apa kabar? Blablabla", langsung aja deh tulis inti pembicaraannya "Eh anime X bagus cuy" atau "Gua baru ditembak cewe nih...*upload foto*...kata kalian ni cewe gimana?"

Our friendship, as simple and as beautiful as that.

The greatest discovery true friends can make is that they can grow separately without growing apart.

Akhir kata, dari pengalaman pribadi gua, dua hal yg paling indah di dunia ini adalah persahabatan dan juga cinta,. Dan dua hal itu ditampilkan dengan sangat manis melalui film "You Are The Apple of My Eye" ini. Filmnya bagus banget, wajib tonton, sayang kalo dilewatin. Film ini bener2 sukses bikin gua ketawa dan juga terharu, mengenang masa2 indah gua di SMA dan kuliah.

Rating : 9.5/10

25 comments:

  1. Asli ngakak pas baca tentang kak Pei :D
    Apalagi yang puisinya om Psy nggak dibaca karena kak Pei nggak bisa bahasa Inggris *Bad Luck Keven*

    ReplyDelete
  2. Codename: Bak ga diungkap sebagai "villain" tuh, Kep? XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu complicated untuk postingan ini, intinya soal review film soalnya, mungkin di lain kesempatan Drew, wkwkwk...

      Delete
  3. duh kalo kisah pribadiku diangkat ke pilem
    malu maluin anak cucu tar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga ah, kisah Bang Rawins kan selalu lucu2. Terutama yg terakhir tuh, yg tentang "puding" di WC, hahaha

      Delete
  4. mantabh banget ni film...
    bikin galau....
    bikin kecewanya ternyata akhirnya ga jd nikah sama si ko teng....
    eh di akhir malah ada adegan cium cowok....

    seandainya waktu nglepasin lampion si ko teng tau jawaban chia yi mungkin bisa nikah kali ya..
    :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. SPOILER ALERT
      Yg belum nonton filmnya jangan baca komen di atas ini

      Delete
  5. huahhaha..gw juga udah pernah ntn nih fil, yaa sekitar seminggu sblm lo posting ini.. ternyata lo posting juga nih film heheheh.. sumpah kocak banget, ngakak gw.. mengingatkan masa2 wktu dulu.. nice deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok bisa pas banget ya? Emang ni film mantab banget, bikin gua jadi mellow, teringat masa2 SMA...

      Delete
    2. yg paling ngakak adalah gaya masturbasi di kelasnya....
      wakakaka.a...
      :P

      Delete
    3. iya yaa.. bisa pas gitu hehehe.. gw shok loh pas baca postingan lo tntg film ini, secara gw juga ga lama sblm lo posting ntnini film juga..

      bner banget, film ini jd bikin melow klo inget masa SMA, sama lah kayak film Crazy Little Things Called Love..

      Delete
  6. hohoho
    ada juga film yang kayak gitu :D
    wah harus nonton nih
    btw ko Keven itu filmnya lihat di bisokop atau download ko?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Download lah, jelaaaasss...wkwkwk
      Di bioskop mana ada film ginian?

      Delete
  7. hahaha...

    Padahal ane barusan nonton nih film 2 hari yg lalu....

    kok bs pas ya ??

    Btw, filmnya kocak banget gan. Adegan yg melakukan "tiiitt" di kelas (if you know what i mean) kocak banget. Bisa2ny melakukan hal tersebut di kelas.

    -mechanicalengboy.wordpress.com-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jujur banget ya film ini, sampe adegan itu aja diceritain, hahaha

      Delete
  8. penasaran jadinya sama film ini !!! cari aaah...

    ReplyDelete
  9. pernah nonton nih di pesawat hehehe... cuma belom ampe kelar uda nyampe duluan...

    ReplyDelete
  10. tinggi ya ratingnya. mau gak mau, download juga deh ntar :D thanks rekomendasinya (maap ya baru komen - lagian walaupun gak ngomen, sy tetep visit kok ke blog ini. sukses ya belajar di china) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp Chilvi, hehehe. Kalo ratingnya ga tinggi, ga akan gua bahas di sini. Buat apa? Wkwkwk...

      Delete
  11. jadi tertariiiiikk, akh padahal lagi sibuk sibuknya TO dan nyiapin UN, hiks om Keven sesaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat! *loh* hehehe

    keren perjalanan persahabatannya kak

    ReplyDelete
  12. Wah aku sebagai org yg engga terlalu suka
    Korea movie..ikut terbawa untuk melihat movie ini.
    Appreciate buat sang penulis blog buat sharingnya.

    ReplyDelete
  13. jadi penasaran sama filmnyaaaaaaa :D

    ReplyDelete
  14. lagi nonton, dan emang bagus banget....

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)