Monday, 15 April 2013

Atheisme : Bukan Sekedar Ga Percaya Tuhan

126


Temen2 tentu pernah denger istilah "Atheis" kan? Sebenernya apa sih Atheisme itu?
Atheis berasal dari Bahasa Yunani "Alpha" yg berarti "tidak ada" dan "Theos" yg berarti "Tuhan"
Kedua kata tersebut dipadukan menjadi "Atheos" yg berarti "tidak ada / tanpa Tuhan".


Orang yg menganut paham "Atheis" adalah mereka yg tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Tidak percaya Tuhan, bukan berarti orang itu lantas menjadi tidak beradab dan tidak bermoral, melegalkan yg namanya pembunuhan, seks bebas, dll. Bukan, bukan begitu yg namanya Atheis. Atheis adalah mereka yg tidak percaya adanya campur tangan Tuhan di dalam segala hal yg terjadi di dalam kehidupan. Menurut mereka, segala sesuatu yg terjadi di dunia ini bisa dijelaskan dengan rasio. Mungkin kedengerannya aneh dan tidak masuk akal, tapi jangan memandang rendah mereka, karena tentunya mereka punya alasan kuat di balik pandangan mereka ini.

Kenapa orang bisa menjadi Atheis? Menurut survey, kebanyakan orang jadi Atheis karena miris melihat orang2 yg ngakunya beragama, tapi kelakuan mereka ga ada bedanya dengan binatang yg ga menyembah Tuhan. Membunuh mengatasnamakan agama misalnya, saling membenci antar umat beragama, dan masih banyak lagi. Kok agama tidak membuat manusia jadi lebih baik? Di mana Tuhan? Mengapa Ia tidak bertindak terhadap segala kebobrokan2 yg dilakukan umatnya? Pemikiran2 seperti inilah yg menyebabkan seseorang menjadi mempertanyakan eksistensi Sang Pencipta.

Banyak orang2 pinter dan berjasa di sejarah dunia seperti ilmuwan dan filsuf yg jadi Atheis. Itu bukti bahwa kebanyakan manusia meninggalkan kepercayaannya bukan karena mereka murtad atau hatinya terbawa iblis, tapi karena mereka berpikir.

Andreas Ludwig Feurbach adalah salah satu filsuf pertama yg tercatat mempertanyakan eksistensi Tuhan. Seringkali ajaran agama mengatakan bahwa Tuhan bertransformasi di dalam kehidupan manusia, yaitu Tuhan berusaha mencapai tujuanNya melalui setiap tindakan manusia. Apabila benar demikian adanya, berarti Tuhan bagaikan dalang dan manusia adalah wayangnya. Benarkah?

Menurut Feurbach, pernyataan ini tidaklah benar karena menurutnya, Agama adalah PROYEKSI dari kehidupan manusia. Maksudnya gimana? Seringkali dalam beragama orang kadang tidak memakai wahyu asli dari Tuhan, melainkan berdasarkan emosi pribadi. Akuilah, kitab suci agama apapun selalu tertulis dalam bahasa kuno yg tidak mudah untuk dibaca, apalagi di-interpretasikan. Jadi menurut Feurbach, seringkali ajaran2 agama yg diajarkan kepada umat tuh "menyimpang" dari makna aslinya.

Temen2 tentu tahu Karl Marx kan? Filsuf asal Jerman pencetus sosialisme ini pernah berkata "Agama bagaikan opium (narkotika) bagi manusia" Hal ini dikarenakan banyak manusia yg beragama, tapi ga menggunakan hati. Akibatnya mereka jadi bodoh, dungu, fanatik, dan anarkis...sama aja kayak orang lagi sakaw akibat narkotika.

Apakah benar pendapat Karl Marx tersebut? Menurut gua : Benar, APABILA agama hanya ritus dan tidak berpihak kepada masalah manusia. Tapi pada kenyataannya tidak semua orang beragama bertindak seperti itu. Banyak juga orang beragama yg mendedikasikan hidupnya demi kebaikan, Mother Teresa contohnya. Di tangan orang2 seperti beliau, iman bukanlah hanya omong kosong tetapi bertindak bagi kemanusiaan.

Banyak filsuf2 lain yg juga mempunyai pendapat mengenai Atheisme. Nietzche pernah berkata bahwa "God is Dead"...manusia membunuh Tuhan, karena agama seringkali dijadikan alat politik yg penuh kebohongan dan kebusukan. Di tangan agama, manusia menjadi bermental budak, tidak punya akal sehat.

Sigmund Freud, seorang neurologis terkenal dan juga pencetus teori psiko-analisis, pernah berkata bahwa agama itu ilusi yg menyebabkan penyakit "Neurosis Infantil Kolektif" terhadap manusia. Akibat agama, manusia menjadi lemah dan manja, seperti anak2. Mereka terlalu mengandalkan Tuhan, mengandalkan "kekuatan ilahi" untuk menyelesaikan masalah2 hidup mereka.

Jean Paul Sartre, filsuf pencetus Eksistensialisme, pernah berkata bahwa "Manusia tidak akan pernah jadi manusia selama masih ada Tuhan" Kebebasan sesungguhnya baru bisa diraih apabila tanpa Tuhan. Selama ada Tuhan, manusia terkekang, tidak pernah bisa berkembang maksimal. Menurutnya, hal ini dikarenakan terkadang agama terlalu meremehkan rasio, hanya mementingkan kolektivitas saja.

Guru Fenomenologi Agama di kuliah gua pernah bilang "Atheisme adalah oto-kritik terhadap umat beragama saat ini", dan gua setuju banget dengan pendapat beliau. Agama menjadi salah satu sumber perselisihan di dalam kehidupan manusia sementara memeluk agama pun tidak bisa menjamin bahwa perilaku seseorang akan menjadi baik. Jadi, sebenarnya untuk apa sih kita beragama?

Sementara para Atheis ini, meskipun mereka tidak menyembah Tuhan, tapi mereka berkarya dan karyanya secara nyata bisa bermanfaat bagi umat manusia sampai berabad2 setelahnya. Jadi apakah orang Atheis itu salah? Gua rasa ngga, karena meskipun tidak mempercayai Tuhan, mereka ga jadi jahat, malah mereka jadi pinter dan beradab. Orang Atheis ga merugikan orang lain, justru orang beragama lah yg sering merugikan orang laen...itulah fenomena yg sering terjadi di dunia saat ini.

Bagaimana pendapat temen2 mengenai pendapat2 mereka?



Temen2 setuju ga kalo agama itu mengkotak-kotakkan manusia? Gua sih setuju, karena agama terkadang membuat manusia menjadi fanatik, merasa diri adalah yg paling benar dan merendahkan mereka yg mempunyai pandangan berbeda. Dan ga jarang, hal tersebut juga menimbulkan konflik, bahkan pertumpahan darah. Baca deh sejarah umat manusia 100 tahun terakhir...berapa banyak insiden terorisme dan pertumpahan darah yg terjadi dengan mengatasnamakan agama?

Jadi apakah ajaran agama itu salah? Tentu tidak. Yg salah adalah pemeluknya, bukan agamanya. Gua kenal seorang temen yg Atheis dan tau ga, terkadang gua ngerasa kalo dia lebih memahami yg namanya "agama" daripada kita2 semua yg beragama. Dia belajar filosofi semua agama sama rata, tanpa ngejudge apakah itu salah atau bener. Buat dia, agama itu sebuah filosofi hidup yg baik, tapi entah kenapa banyak orang yg ngakunya beragama, tapi hidupnya ga sesuai dengan ajaran agamanya tersebut.

Dia bilang gini ke gua, "It's not GOD that I hate, it's His so-called FANS CLUB" (Yg saya benci bukanlah Tuhan, tapi FANS CLUB nya") Dan menurut gua, argumen dia itu sah2 aja. Buat gua sendiri, gua liat banyak orang beragama di Indonesia tuh malah jadi bodoh, ngeributin yg ga penting. Mereka melupakan esensi yg paling penting yaitu agama melayani manusia, bukan manusia melayani agama. Agama dibuat untuk membuat manusia makin manusiawi, bukan malah jadi biadab. Tapi dewasa ini gua liat yg terjadi malah sebaliknya. Kalo agama malah jadi alasan untuk saling membenci dan menyakiti, terus apa manfaatnya?

Nah temen2 udah liat kan sekarang apa sih isi otaknya orang Atheis. Mereka bukan murtad atau terbawa iblis, atau juga terlalu mengagungkan logika, ngga. Itu semua pilihan hidup, yg ga bisa dijudge bener atau salahnya. Kalo menurut gua, mau beragama atau tidak, itu pilihan pribadi masing2 orang. Tapi apapun pilihan kita, yg paling penting adalah :

Kesatu, kita ga boleh menganggap pilihan kita adalah yg paling bener, karena bener atau salah hanya Sang Pencipta yg tahu, bukan manusia.

Gua memeluk agama dengan memegang sebuah prinsip : beriman itu adalah sebuah taruhan.

Bisa aja ternyata gua salah, ternyata di dunia ini ga ada yg namanya Tuhan, semua hanya fenomena ajaib yg bisa dijelaskan dengan logika manusia. Tapi kalo harus bertaruh dengan misteri Ilahi tersebut, gua memilih untuk percaya karena buat gua, kasih Tuhan tuh nyata dan terasa di dalam kehidupan gua.

Kalo amit2 ternyata gua salah, Tuhan itu ga ada, dan selama ini gua cuma memuja2 yg ga exist...ya udahlah...lebih baik daripada gua menolak mempercayai Tuhan tapi ternyata Tuhan beneran ada dan selama hidup di dunia ini ternyata gua kehilangan kesempatan untuk mensyukuri hikmat yg Tuhan berikan.

Kedua, yg ga kalah penting adalah...kita ga boleh memaksakan kepercayaan kita kepada orang laen. Gua percaya bahwa semua agama di dunia ini sebenarnya sama, berasal dari satu Tuhan, hanya saja mereka memanggil-Nya dengan cara yg berbeda.

Pernah denger cerita tentang 3 orang buta dan seekor gajah?
Alkisah, ada tiga orang buta yg ingin mengetahui seperti apa sebenarnya binatang yang namanya GAJAH itu. Mereka pun sepakat untuk meminta bantuan seseorang dan meminta ditunjukkan separti apa sebenarnya gajah itu. Orang buta pertama maju dan memegang kaki gajah. Dia bilang, “gajah itu bulat dan keras seperti batang pohon”. Orang kedua maju dan memegang belalainya. Dia sampaikan, “gajah itu bulat dan panjang seperti ular”. Lalu, orang ketiga maju dan memegang kupingnya. Ia berteriak, “gajah itu tipis seperti kipas!”

Kisah di atas menggambarkan pemahaman manusia terhadap Tuhan. Apakah pendapat ketiga orang buta itu salah? Menurut gua, pandangan mereka bukanlah SALAH melainkan TIDAK LENGKAP. Bahkan andaikata kita tidak buta sekalipun, kita tetap tidak boleh menganggap pandangan kita yg paling benar. Mengapa? Gajah yg terlihat oleh mata manusia tentunya berbeda dengan gajah yg terlihat di mata hewan lain, serangga atau anjing misalnya.

Kita manusia, ga peduli setinggi apapun ilmu yg kita pelajari, tetap saja akal budi dan kemampuan kita yg terbatas tidak akan cukup untuk memahami misteri Ilahi mengenai eksistensi Sang Pencipta yg tidak terbatas. Karena itu hendaklah kita tidak merasa diri yg paling benar, apalagi memaksakan kepercayaan kita terhadap orang lain.

Menurut gua, manusia tanpa agama itu bagaikan Spiderman yg berada di ruang hampa. Tanpa adanya gedung2 tinggi tempat ia beraksi, Spiderman tidaklah berbeda dengan manusia berkostum biasa. Begitu juga manusia. Tuhan memaknai kehidupan manusia. Dengan adanya agama, kehidupan manusia dimaknai. Kebebasan bukan dibatasi, tapi dimaknai dengan adanya "tanggung jawab"

---

Bagaimana pendapat teman2 mengenai pendapat gua ini? Silakan share jalan pikiran kalian di kotak komentar di bawah ini. Berkomentarlah dengan sopan, semua komentar yg berbau SARA atau menyinggung suatu agama atau golongan akan dihapus. Thanks...

126 comments:

  1. oh kereeennn XD

    saya lumayan setuju sama postingan kamu yg ini kev ;;w;;b

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atheis tidak percaya ada Tuhan.
      Tapi Apakah atheis percaya ada jin,setan,kuntilanak,toyol,makhluk ghaib...?? Bila tidak,maka sudah jelas,disitulah letak kesalahannya,mau debat sampai bibir jontor,mereka atheis mustahil menang,karena makhluk ghaib tersebut memang benar benar ada.
      Makanya tinggalkan sekarang juga pemikiran yang tidak cerdas tersebut.

      Delete
    2. @Anas Nasrullah : Bagi saya menjadi agnostik (bukan ateis) adalah hal yang sangat membahagiakan. Tentunya saya mengerti jika definisi bahagia menurut Anda dan saya berbeda.

      Saya bahagia menolong orang lain. Tanpa dibayar. Tanpa dimingi-imingi pahala. Tanpa mengharapkan surga. Saya melakukannya dengan kesadaran penuh.
      Berbeda dengan kebanyakan teis yang melakukan kebaikan karna takut dosa, mengharap pahala, ingin masuk surga. Bagaimanapun juga saya berharap anda bukan teis yang seperti ini
      -
      Anda mengatakan jika ateis mustahil menang, apa buktinya? Debat Zakir Naik? Apa Anda kurang referensi hingga tidak tahu video yang mengupas kesalahan Zakir Naik?
      -
      "...makhluk gaib tersebut benar-benar ada..."
      Pocong? Kuntilanak? Anda yakin? Apa buktinya?

      Bahkan ilmu pengetahuanpun mampu menjelaskan adanya fenomena lafadz Allah dan Muhammad di aurora, daun, air terjun, kami menyebutnya Pareidolia. Yang mana hal uni diklaim oleh orang teis sebagai "Keajaiban Allah"

      Delete
  2. Hai ko. Utk share aja, keluarga aku bukan keluarga religius (ga enak ngomongnya disini sih, haha) o/ karena itu kita ada di sisi "spektaktor" dimana kita bs lihat orang2 di golongan ekstrim dan tengah.

    Disini, yg kumaksud ekstrim adl mereka yang "terlampau fanatik" dlm agama dan mereka yang "membenci agama dan tuhannya". Mereka spt itu aku yakin pasti beralasan. Tapi istilah "deny god" itu menurutku jg udah termasuk kategori ekstrim. Aku ga nyalahin mereka, mereka seperti itu memang beralasan... ^^

    Aku jg merasa bingung kadang, ada bbrp hal yg ga bisa dijelasin oleh ilmiah dan science (yg dalam hal ini katanya "agama" lah yg mlakukan), tapi ada jg bbrp hal dalam agama yg ga bs dijelasin scr ilmiah. Inilah yg berkonflik, mungkin penyebab terjadinya ada "fanatism di kalangan" dan "atheism". Manusia makhluk intelejen, jadi pikiran mereka berkembang :D

    Kl papaku bilang sih, agama itu sebagai "pegangan hati". Dengan agama, kita ga merasain gundahan hati/kesepian soalnya kita punya "sesuatu" utk diajak bicara. Kita punya "Sesuatu" untuk menenangkan hati kita (ajaran baik agama tentunya, dan ada tuhan yg selalu melindungi kita). Agama menuntun kita untuk hidup baik, dan ajaran2 nya pasti baik (the one we know). Cuma, cara kita "interpret" ajaran itu aja yg jadi titik permasalahan.

    Orang2 yang "memperkenalkan" (or maybe, menciptakan) agama pasti tujuannya baik karena kita jg melihat orang2 beragama yang baik hidupnya dan bahagia. Fine2 aja mereka.

    Meskipun gitu, kayanya bener sih yg koko tulis... Itu bisa diibaratkan agama itu harus digunain dngn akal sehat jg. Koko jg pernah denger kan gereja setan dsb? Mereka "ngaku" sbg agama, dan kl kita ga filter informasi itu, otak kita bakal dicuci sama mereka dan kita jd fanatisme agama itu. Kan serem...

    omg panjang banget bisa jadi satu post >_<
    Aku ada banyak topik soal ini ko, cuma blum berani susun dan tulis hahaha. kayanya topiknya dangerous gmana gitu. anyway nice post ko :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks untuk sharenya. Ya, bener seperti yg lu katakan di atas, agama sebenernya punya tujuan baik, tapi sayangnya ga semua manusia beragama pake hati dan logika, kebanyakan cuma di KTP sama ikut2an kalo ada kepentingan, jadinya seringnya menjadi "melenceng"

      Meskipun keluarga gua adalah keluarga Katolik, tapi gua juga ga menutup mata sama ajaran agama laen dan juga pendapat temen2 yg "tidak beragama" Buat gua, agama itu lebih ke arah praktek di kehidupan sehari2, bukan cuma sekedar ritual. Dan yg namanya Tuhan tuh ga bisa dideskripsikan oleh akal manusia, jadi kita ga bisa seenaknya ngejudge pandangan seseorang tentang Tuhan itu bener atau salah.

      Seseorang yg beriman justru seharusnya tidak memandang rendah orang2 yg tidak beragama, karena Tuhan itu tidak terbatas, dan pandangan orang2 atheis itu justru sebenernya bisa jadi pelengkap yg bikin kita makin bijaksana dalam beragama.

      Delete
    2. Oya, kalo suatu hari lu nulis tentang hal ini di blog, please kindly tell me. Gua tertarik untuk baca dan gua ga akan ngejudge lu berdasarkan pandangan lu =)

      Delete
    3. ane jadi tertarik nulis blog soal agama neh hahaha

      Delete
    4. @ Clude C kenni

      "Buat gua, agama itu lebih ke arah praktek di kehidupan sehari2, bukan cuma sekedar ritual"

      ape yg loe katakan diatas itu adalah tahapan ke 2, PR buat loe adalah: cari tahapan pertama ketika loe mempelajari agama. Kalau loe udah ketemu, loe akan paham sejauh mana bobot tulisan yg udah loe publikasikan ini..:)

      Delete
    5. @ Anonymous

      "emang lo tau agama itu apa?"

      Delete
    6. Yang penting percaya keyakinan masing2, yg ateis belajar menjadi ateis yg baik, yg beragama jangan menjadi hamba yang baik pula..

      Delete
  3. hebat nih postingannya nambah wawasan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebat? hadeww.....banyak2 belajar bro...
      setelah loe banyak belajar, loe akan tahu mana tulisan yg bisa loe anggap hebat dan mana tulisan berdasarkan logika dangkal...

      Delete
    2. tentu tau donk beda orang berakal dengan yang tidak...?!
      orang berakal, klo dikasih argumen cek dulu kebenarannya berdasarkan sumber yang bener, jangan asal terima aja...klo kamu mikir agama bikin penganutnya terkotak-kotak, itu karena pikiran sempit dan belum sadar kenapa kamu bisa hidup didunia ini..

      klo orang yang g berakal, tentunya kayak orang gila...lihat makan busuk ditumpukan sampah, langsung dimakan...g mikir tuh + g tau lagi mana sampah dan mana makanan...

      Delete
    3. haha gaada jawaban yang dikasih sama anonymous diatas. cuma ngetroll gajelas. sampah

      Delete
  4. kayanya dosen fenomologi agamanya sama nih... wkwkwk

    jadi atheis lebih cape loh bro... mending jadi agnostik aja ane sih wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atheis, agnostik, beragama, semua juga cape...makanya dibikin simpel aja...

      This is my simple religion. There is no need for temples; no need for complicated philosophy. Our own brain, our own heart is our temple; the philosophy is kindness. ~Dalai Lama

      Delete
    2. emang berat sih klo argument tentang beginian... tapi klo dah mati semua jelas kok..
      apakah kita mati begitu saja tanpa adany pertangung jawaban kelak??
      atau ada kehidupan KEKAL ABADI berikutny....

      semua benda langit tercipta tentu ada TRIGGER (pemicu) dan pembuatny

      Delete
    3. benaran tuh..capek jadi ahteis...mending lu jadi orang gila aja...wkwkwkw

      Delete
  5. om kepen emang keren, materinya lengkap dan disertai dengan beberapa simulasi..
    jadi lebih ngerti tentang isi artikelnya :D

    dan gue setuju banget sama tulisan ini, agama terlalu mengkotak-kotakan manusia.
    dan sehingga banyak kekerasan yang mengatas namakan agama, seharusnya mereka ngerti akan arti dari toleransi beragama.

    setuju akan konsep bahwa sebenernya umat beragama sebenernya menyembah satu tuhan yang sama, namun cara memanggil dan cara beribadah kepada-Nya lah yang berbeda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuhan menciptakan manusia begitu unik dan beraneka ragam karakter dan jalan pikirannya...gua ga percaya kalo Dia hanya mengijinkan manusia menyembah-Nya dengan SATU cara...=)

      Delete
  6. atheis dan beragama itu sama2 masalah kepercayaan,
    bedanya kebanyakan orang beragama cuman karena keturunan, kemudian mempelajari tentang sejarah, ajaran, dll tentang agamanya setelah memeluknya,
    sedangkan atheis menemukan alasannya sendiri sebelum dia meyakini bahwa tuhan tidak ada,
    hal inilah yg menurut saya membuat orang atheis biasanya lebih baik daripada yg beragama,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena banyak orang di Indonesia yg beragama tanpa menggunakan hati dan logika. Padahal yg namanya iman tuh seharusnya merupakan sebuah pemahaman komprehensif antara perasaan dan logika...=)

      Delete
  7. hai Kak Keven. Bagus bahasannya.

    maaf saya mau bahas beberapa alinea terakhir (sbagai murid yg pernah belajar BI hehehe) "Tuhan memaknai kehidupan manusia"
    menurut saya lebih tepat jika Tuhan memberi makna pada kehidupan manusia. atau Manusia memaknai Tuhan-nya sebagai apa.

    aduh..sy bingung ngejelasinnya, kak, tapi tentang penggunaan kata dan bentuk kalimat aktif-nya, gitu.

    menurut saya, agama itu anugerah. Dan semua di dunia ini harus dalam kadar yg tepat. tidak kekurangan, juga tidak kelebihan, Kalau memaknai agama secara berlebihan mungkin bisa jadi fanatik. Tapi kalau memaknai agama secara kurang jadinya cuma agama KTP

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you koreksinya, tar gua pikirin gimana bagusnya mengubah kalimatnya. Yg dimaknai kehidupannya, bukan agamanya. Karena buat gua pribadi, agama cuma institusi. Intinya adalah bagaimana kita menerapkan ajarannya dalam kehidupan nyata...

      Delete
  8. Nabi Ibrahim saja sebelum jadi nabi mencari-cari apa itu "Tuhan"..

    saya juga g suka ko dengan orang2 yg terlalu fanatik, agama manapun di kitab sucinya tak pernah menuliskan hal-hal buruk, semua tentang kebaikan, hidup bertoleransi, saling melengkapi dan mengayomi. sekarang berbalik, menyebut2 agama dalam tindakan tak bermoral sebagai bagian dari membela agama dan mempertahankan eksistensinya. orang2 semacam ini yg patut dicurigai, apa yg mereka pelajari selama ini dalam hidupnya khususnya "agama", karena sekali lagi, agama manapun mengajarkan hal2 yg saya sebutin tadi.

    manusia memang diberi otak untuk berpikir, berpikir untuk memecahkan misteri kehidupan, namun sepandai-pandainya manusia, otak yg digunakan untuk berpikir itu punya batas untuk mencerna segala misteri yang Tuhan ciptakan. karena hidup tak akan bergairah kalo semua manusia tahu apa yang Tuhan ketahui.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalahnya, gua sering baca berita bahwa kadang yg error tuh pemuka agamanya, bukan umatnya. Gara2 pemimpinnya error, umatnya kebawa error. Jadi intinya, fanatisme di Indonesia tuh seringnya diwariskan melalui sistem edukasinya. Cara memperbaikinya gimana tuh?

      Pemuka agama kan egonya gede, terus massa pendukungnya juga banyak. Salah2 nanti kepala kita yg melayang kalo kita berani mengkritik mereka, hehehe...

      Delete
    2. Iya saya setuju banyak pemuka agama yang error, sehingga pengikutnya kebawa error, ataupun org luar yang melihatnya jadi menghakimi.
      Saya kadang merasa pelajaran agama yang diajarkan di sekolah maupun perguruan tinggi hanyalah formalitas, dilihat dari beban sks yg sedikit, maaf *org yg sekedar tau agama* menjadi pengajar.. Akhirnya gak jarang agama yg diajarkan tidak jauh dari yang namanya kebencian, akhirnya banyak yg mengamininya. Bagi yang "berfikir" malah di bilang liberal, kafir, musyrik dll. Saya terkadang merasa agama menyuruh kita menjadi apatis, hanya menerima tanpa boleh mempertanyakan. Padahal nabi ibrahim menemukan tuhanya berasal dari pertanyaan.. Bila memang suatu agama itu benar, kenapa takut dipertanyakan?
      Jujur kadang saya pernah meragukan agama, saya mempertanyakan, saya mencari tahu framework berfikir agama lain, agnostik, atheis. Namun sampai saat ini saya memilih islam, bukan karna dilahirkan dikeluarga islami/ ikut2an, saya hanya merasa diantara kegundahan saya, agama ini sedikit lebih banyak ajaranya yg saya terima. Dan saya tetap menyesalkan ekstrimis yg menodai kemanusiaan atas nama agama.
      Oiyaa saya suka kata kata cak nun : belajar jadi manusia dulu, baru belajar agama

      Delete
  9. Sederhana aja, orang2 kayak itu punya pemikiran yang dangkal. Saking pinternya mereka, jadinya mereka lebih banyak ngandalin logika. Mereka mengenyampingkan hal2 yang lebih dalem lagi. Setiap agama, pasti ngajarin kebaikan. Yang suka berperang antar agama itu cuman orang2 yang gak bisa saling menghargai dalam beragama. Padahal, adanya agama yg berbeda2 itu untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Bukan utk saling membenci.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teorinya begitu, tapi yg terjadi sekarang sebaliknya kan? Gua baca berita Indo dari sini, selalu ada aja masalah konyol yg bawa2 agama. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, tapi memang begitulah citra Indonesia di mata publik dan dunia. Selama para pemuka agamanya masih kayak anak kecil, jangan harap ada orang yg percaya teori PPKN di atas...

      Delete
    2. @ Claude C Kenni

      Hahahaha....Ingusan banget logika loe ..hahahaha...

      Delete
    3. Hahaha.. ya begitulah logika orang beragama... cuma bisa menghina dan mencemooh tanpa ada argumennya.. maha kuasa sih yaaa.. hahahaha...

      Delete
  10. ah.... anak buah pak manusun banget nih wkwkwkk

    ReplyDelete
  11. Saya kurang setuju ko Keven dengan pendapat agama mengkotak-kotakan manusia. setahu saya, banyak ajaran agama tidak mengkotak-kotakan manusia, malah menyuruh manusia berbaur, menghargai dan tidak membeda-bedakan satu sama lainnya.

    Kalau manusia terkotak-kotak, ya menurut saya mereka salah mengartikan ajaran-ajaran agamanya, dan membuat "kotak-kotak" untuk diri mereka sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teorinya begitu, tapi yg terjadi masalah sebaliknya kan? Banyak perselisihan dan pertentangan justru dipacu oleh masalah agama.

      Delete
    2. @ Claude C Kenni

      Hahahaha....hadew..hadew...sebagian besar, Atheis amatiran selalu ngomong gitu...Gak..gak...gak....:)

      Delete
  12. bagus banget bang keven materinya,nambah paham deh,...

    Manusia di ciptain tu udah komplit. ada akal ada hati.semuanya tetep kudu dimaksimal-in.Tapiakan ada hal2 yang gak terpecahkan dengan cuma ngandelin logika akal. coba pake hati (filosofi) kadang bikin bingung. Dan di sisi lain Tuhan udah nurunin wahyu (solusi trakhir) buat arahan manusia.

    Setuju banget kalo beragama ato tidak beragama pun tetep kudu saling menghargai en menghormati.

    ReplyDelete
  13. Gue agak gak setuju sama pendapatnya Karl Marx. Menurut gue, agama tuh bukan candu. Agama itu... sesuatu yang bikin manusia tetap optimis dalam menjalani hari-hari dalam hidupnya. Banyak kan kisah orang beragama, karena ajaran agama yang dianutnya, mereka jadi lebih tegar dan tabah dalam menjalani hidupnya. Nasrani, Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, dll... Kebanyakan penganutnya, yang soleh/taat menjalankan agamanya, pasti pembawaannya selalu terlihat optimis dan percaya diri. Mungkin karena ajaran agama yang dianut, mereka jadi punya suatu keyakinan sewaktu menghadapi permasalahan.

    Terakhir,

    Menurut gue, atheis itu orang2 yang putus asa dalam hidupnya. Mereka seorang idealis yang tanpa pernah tahu apa rencana SANG PENCIPTA yang sesungguhnya. Sejauh yang gue baca dan amati, kenapa mereka memilih tak percaya Tuhan, itu karena mereka melihat kenapa masih ada yang namanya kemiskinan, kekerasan, penyakit, bencana alam, dan hal-hal buruk lainnya. Karl Marx memunculkan pahamnya (komunisme - CMIIW) yah karena itu tadi salah satunya. Ia tak percaya Tuhan itu tak ada, karena melihat situasi sekitarnya yang penuh ketidakadilan sosial. Padahal yang salah penganutnya, bukan agama ataupun ajarannya (bener kata lu, Ven!). Kita sering menyalahkan Tuhan, tanpa pernah tahu kalau ada rencana Tuhan di balik semuanya....

    Terus selain itu, kemajuan teknologi, menurut gue, makin menyuburkan paham atheisme dan agnostik. Apa-apa harus bisa dibuktikan. Manusia sudah semakin sulit percaya sama hal-hal yang berbau mistisisme atau spritualisme. Padahal di negara manapun, hal itu selalu ada. Selain Tuhan itu sendiri, gue percaya kok keberadaan makhluk-makhluk halus seperti pocong, kuntilanak, tuyul, drakula, banshee, malaikat pencabut nyawa, dll, dsb...

    Kadang ada saatnya kita hanya menggunakan akal/logika kita, ada saatnya hanya menggunakan perasaan kita, ada saatnya kita menggunakannya sekaligus.... Bijaklah! :)

    Hati-Hati, Ven... Jangan sampai kehilangan keyakinan lu akan Tuhan, karna soal atheis ini. Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seringkali yang namanya logika dan perasaan itu gak berada dalam satu trek. Logika dan perasaan itu dua hal berbeda. :)

      Delete
  14. suka dan agak setuju sama ini post...
    pernah juga ga percaya Tuhan dan segala hal berbau keTuhanan.
    tapi aku tetep percaya ada satu kekuatan besar yang entah gimana bentuknya tetep ada dan ngeliatin ini dunia...

    (tata bahasanya agak ga beres... sorry. nice blog)

    ReplyDelete
  15. Kritis. Keren.

    Saya kebetulan orang beragama, tidak terpikir sedikitpun untuk menjadi ateis. Bagaimanapun, saya setuju dan berkali-kali mengangguk pada ulasan logis dan reasonable ini.

    Dan saya juga sudah sering bertemu beberapa anak 'muda' yang mengaku ateis. Saya melihat mereka bahkan lebih religius dan punya pandangan spiritual yang lebih 'cerdas' ketimbang mereka yang beragama. Pola pikir spiritualnya orang ateis timbul dari kekritisan pribadi, sementara mereka yang beragama mendapatkan pola spiritual semata-mata dari 'kitab' dan 'dogma' yang sudah dicamkan orang tua mereka.


    Memang sih, beberapa agama memanggil 'Tuhan' dengan cara yang berbeda-beda.
    Ada yang memanggil Tuhan itu sebagai sosok 'raja'. Yang kita sembah-sembah dan puja-puja saja.. sehingga kita tidak boleh sombong. Ada yang memanggil Tuhan itu sebagai 'majikan'. Yang segala petuah-Nya, apapun itu, harus wajib kita laksanakan.
    Ada yang memanggil Tuhan sebagai bagian dari 'sanak keluarga' mereka. Bahkan memanggil Tuhan seolah-olah Tuhan itu bagian dari mereka sendiri. Seperti orang tua, sahabat, Gusti, atau saudaranya sendiri. Seakan-akan Tuhan itu satu aliran darah dengan kita, sangat dekat dengan kita, tempat kita bermanja-manja, berdoa, dan menggantungkan semuanya.

    Ada juga yang memandang Tuhan sebagai ketiga-tiganya: raja, juga majikan, juga sanak keluarga kita.
    Dia Raja yang menciptakan Bumi dan seisinya, alam raya, The Hereafter, manusia--lengkap dengan organ tubuh, kepribadiannya, nasib dan takdirnya--segala macam destiny dalam kehidupan, ilmu pengetahuan, problem dan pemecahannya, sakit dan sembuhnya, jahat dan baik, hitam dan putih (atau simply yin dan yang), filosofi, ideologi, paradoks hidup yang kadang gak logis, and everything that is exist. Dan sewaktu-waktu apa yang diciptakan-Nya akan Dia bikin musnah, sehingga yang Dia ciptakan, yang telah Dia musnahkan tadi, kembali lagi kepada-Nya.
    Dialah majikan yang selalu punya power, yang punya 'will', 'whatever will be, will be!', Dia pemimpin dari apa dan siapa yang diciptakan-Nya. Which segala perintah-Nya, apapun itu, harus dilaksanakan kalau kita mau mendapatkan His Grace.
    Dialah juga saudara, Dia juga bagian dari apa yang diciptaka-Nya. Sosok yang reliable--dipakai untuk bermanja-manja, teman curhat, tempat berdoa, sosok pengasih dan penyayang untuk meminta sesuatu. Mungkin yang satu inilah bagian paling positif dari kegunaan 'Tuhan'. Karena hanya dengan menganggap Tuhan sebagai bagian dari kitalah, manusia akan selalu berbuat baik, lembut, rendah hati dan positif.

    Orang ateis, hanya memanggil 'Tuhan' sebagai Raja, pencipta, pembikin, pemusnah.
    Mereka tidak percaya kalau Tuhan punya peraturan-Nya sendiri, Undang-Undang-Nya sendiri andaikata manusia mau tinggal di wilayah buatan-Nya.
    Mereka juga tidak memandang Tuhan sebagai 'Gusti' untuk meminta ketenangan, to keep spiritually balance di dunia yang seringkali fana ini..

    Seringkali, orang ateis itu lebih peaceful daripada those who believe. Karena those who believe beramal baik hanya karena mereka mengejar surga dan takut neraka, pamrih.
    Sedangkan ateis beramal baik bukan untuk mengejar surga dan bukan untuk menghindari neraka.

    Satu-satunya pola keTuhanan yang bikin 'rusak' dari ketiga itu adalah bagian dimana kita memandang Tuhan sebagai 'majikan'. Kadang mereka yang fanatik dan ortodoks itu mengorbankan segala-galanya (perdamaian lah, HAM, dll) demi melaksanakan perintah Tuhan. Demi menyenangkan Tuhan, katanya.
    Mereka lupa kalau Tuhan 'kan jugalah sosok Maha Pengasih dan Maha Damai. Yang boro-boro minta disenengin, Dia bahkan tidak butuh kita, kita yang butuh Dia.

    Dan betul banget kata si Abang Feubrach, kitab suci itu kan diciptakannya sudah lama sekali. Malah, kitab suci itu adalah sebuah 'sastra', yang bahasanya agak sulit dimengerti. Sering sekali manusia salah menafsirkannya, menafsirkan buku pedomannya sendiri.

    Dan yah,
    we need a balance. Religion was exist to balance us, human, ain't it?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Regardless on how does it call The God :)

      "A religion—no matter how does it call The God—is supposed to lead human to not to walk upon The Earth arrogantly."

      :D

      Delete
    2. Thanks untuk feedbacknya. Setuju banget sama pendapat di atas. Kenapa beragama juga harus pake logika? Karena apabila kita mengenal "Tuhan" kita dengan baik, maka kita tidak akan mudah terhasut oleh sugesti2 dan penafsiran2 yg menyimpang dari ajaran agama tersebut =)

      Delete
  16. tadi mau posting ke blog tapi liat didasbor ada postingan tentangan atheisme dari blog kamu ditunda dulu mau baca artikel ini dulu, hehe. saya suka pernyataan karl mark, kalo agama itu bgaikan narkoba, kenyataan dilapangan sih memang begitu:)

    ReplyDelete
  17. Selalu suka sama postingan om Keven :))

    Well, menurut ane orang atheist yang memberikan efek positif ke masyarakat/lingkungannya jauh lebih 'terpuji' ketimbang so-called-God-fans-club yang mendukung 'buta' Tuhannya tanpa memikirkan dampak negatifnya ke masyarakat/lingkungannya. Juga orang yang menganggap bahwa agama yang dipeluknya itu adalah yang paling benar.

    Agama itu benar, bagi pemeluknya selama mengajarkan kebaikan. Mau benar atau enggaknya itu akan dibuktikan di hari kiamat (gua ngomong gini karena agama gua bilang adanya hari kiamat), jadi misalkan penganut agama A bilang bahwa agamanya yang paling benar sedangkan di akhirat malah agama B yang benar-sebenar-benarnya. Lah gimana?

    *yang baru entah rada ngaco atau gimana om

    #CMIIW
    #IMHO

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya itulah, ga akan ada yg tau sebelum saatnya tiba. Makanya gua bilang, yg namanya iman tuh taruhan. Bagaimana caranya lu mempercayai dan mengimani sesuatu yg tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara harafiah?

      Di saat itulah, yg namanya hati berperan...gua tidak men-Tuhan-kan agama gua, karena agama dan penafsirannya bisa aja salah. Tapi gua memegang teguh kepercayaan gua bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, dan inti utama ajaran dari semua agama mestinya sama...yaitu cinta kasih =)

      Delete
    2. Tuhan itu sesuatu kekuatan power yg memiliki kekuatan Maha Pengasih,penyayang dan maha adil.

      Agama adalah suatu alur jalan yg memiliki aturan nya tersendiri.
      Yang bertujuan untuk menjaga tingkah laku dan sebagai undang undang kehidupan agar insan senantiasa Beriman.
      Dan dapat menjalani kehidupan di dunia ini .
      Dan menjaga kesinambungan alam.

      Delete
  18. Replies
    1. Tapi manusia bukan Tuhan, jadi ga bisa disamain =)
      Manusia butuh pegangan, entah agama, entah hati nurani, apapun, selama hal itu membuat manusia tersebut jadi lebih manusiawi dan penuh kasih...

      Delete
    2. karena Tuhan ga bisa dibandingin sama apapun.
      ga ada yang pantes buat dibandingin sama Tuhan.

      itu perlu di camkan baik-baik

      -zHa-

      Delete
  19. seseorang pernah bilang ke aku kalau agama itu seperti candu. candu bagi kita manusia yang mengatasnamakan agama untuk melakukan hal sesuka hati kita

    aku pribadi tumbuh di keluarga Kristen, dan pernah ngerasain jadi mayoritas ataupun minoritas di beberapa daerah. di Indonesia yang mengakui 6 agama, perbedaan itu memang kadang jadi bumerang. di satu sisi dapat mempersatukan, tapi di sisi lain juga memisahkan. pendapat aku sih yaa semua agama itu sama, kita manusianya sama-sama diajarin kasih kepada sesama.

    dulu aku ngga nyangka kalau alasan atheis adalah ya karena pengikutnya, dulu aku kira karena banyak orang yang merasa konsep ke-Tuhanan tidak bisa diterima logika mereka, masalahnya adalah agama tidak sama dengan sains. Jangan pernah meyamakan iman dengan logika, karena iman adalah percaya dengan hati, tapi logika adalah percaya dengan bukti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Logika yg gua maksud di sini bukan berarti cuma percaya kalo ada bukti, tapi suatu kesadaran untuk membedakan baik dan tidak baik. Ajaran agama jaman sekarang banyak yg penafsirannya melenceng, agama malah dijadikan alat politik. Kalo misalnya pemuka agama kita nyuruh kita bunuh orang, apakah kita bakal lakuin?

      Orang yg punya hati dan juga logika tentu akan menolak...sementara mereka2 yg fanatik, beragama tanpa hati dan logika, akan langsung membabi-buta menyerbu bak sapi2 gila yg udah dicuci otaknya...=)

      Delete
    2. Saya salah satu pecandu agama yaitu muslim dgn segala kenikmatan, ketentraman hidup dan demi Dzat/Tuhan yg jiwaku berada dalam genggamanNya.. uuhh melayang coyy fly abiss

      Delete
    3. Jgn bahas logika trus dong abang2.. standar pemikiran bgt itu.. Tuhan kan ingin mencari yg terbaik dr hambaNya.. hadiahnya surga loh bukan kipas angin.. klo masalah membunuh org yg tidak bersalah itu sdh jelas dilarang! Allah berfirman: "Barang siapa yg membunuh satu manusia saja yg tidak bersalah itu berarti dia sdh membunuh manusia seluruhnya"..begitu jg sebaliknya dgn kebaikan.. klo ada yg membunuh tanpa sebab dgn membawa agama itu kesalahan dr manusia itu sendiri.. cukup Tuhan yg menghakiminya kelak.

      Delete
  20. ada yang bilang tadi tuhan itu tuan, majikan, dan sahabat, berarti dengen anggapan seperti itu, kita mencoba mematerikan tuhan atau membuat tuhan menjadi hal yang berbentuk, sesuatu disebut majikan atau sahbata karena dia berbentuk, sedangkan hal yang disebut tuhan itu tanpa bentuk.

    jujur saya sendiri memang g suka dengan pewujudan atau penjabaran setiap agama tentang tuhan, karena apa, ketika tuhan itu dijabarkan, maka kebanyakan akan menjadi berfikir tentang bentuk tuhan, dan semakin berkhayal dengan bentuk tuhan itu, sudah biarin aja, tuhan itu sebagaimana adanya, sebagai yang tanpa bentuk,

    saya pernah baca teks kuno yang telah di terjemahkan, sebuah tulisan sastra tentang kepercayaan dan tentang tuhan ada sebuah kalimat yang membuat saya setuju tentang hal itu,
    " di sesuatu yang seperti ada namun juga seperti tiada, dia yang seperti tiada, namun seperti ada, dalam ada dan tiadanya dia, disana terletak kesempurnaan sejati dari pencarian sukma kita, biarkan dalam kebaradaan dan ketiadaannya dan kita akan menemukannya dalam percaya yang sejati"
    klo g salah seperti itu, dan itu yang saya percaya sampe sekrang, buku itu saya baca di perpus umum kota saya sendiri,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lu belajar mengenai sejarah munculnya agama2 secara komprehensif, lu akan menemukan bahwa agama muncul karena usaha manusia mencoba mencitrakan "Tuhan" ke dalam sesuatu yg bisa mereka pahami...dan menurut gua itu ga salah karena melalui pemahaman secara kolektif itulah manusia dapat lebih merasakan "campur tangan" Tuhan di dalam kehidupannya.

      Yg salah adalah orang2 yg berusaha menafsirkan demi kepentingan pribadinya...bawa2 ajaran agama untuk kepentingan politik misalnya... Rakyat Indonesia banyak yg ga bisa baca kitab suci agamanya sendiri, jadi gampang terpengaruh oleh hasutan...

      Delete
    2. Klo anda belajar untuk mau membaca isi dr alquran.. ada akan melihat bnyak hal atau ilmu pengetahuan yg sejak dahulu kala sdh dijelaskan yg para ilmuan baru bisa temukan atau buktikan kemaren sore.. mereka tercengang dan memilih menjadi muslim sebagian besar ilmuan tsb kebnyakan dr non muslim/ atheis mereka sekarang sdh sadar dan bangun dr tidurnya.. Tuhan tdk pandang bulu drmn asal usul kita.. krn Tuhan yg meletakan dan menentukan jalan hidup kita dr sejak tangisan pertama alias baru lahir kedunia. Semoga kita mati dalam ke adaan tersenyum (dalam jalan kebenaran).

      Delete
  21. Hi Kep,
    cuma mau meluruskan satu hal aja, gue merasa lo lebih condong ngomongin soal Agnostic daripada atheist. Atheist adalah orang yang nggak percaya bahwa Tuhan ada, while Agnostic adalah orang yang percaya Tuhan ada dan ikut campur dalam hidup dia (kayak dreams come true dll) tapi nggak percaya sama agama.
    Gue nggak punya temen atheist (krn mnrt gue ini udah agak ekstrim, biasanya buat para scientist) tapi gue punya banyak temen agnostic. Percaya tuhan tapi nggak mengakui adanya agama, like you said, agama mengkotak2an orang.
    Trus aturan2 di dalam tempat ibadah atau agama kan yang bikin juga manusia, so orang2 agnostic nggak mau diatur sama manusia2 yang sok suci padahal hubungan dia dan tuhan kan urusan pribadi.
    Gue suka postingan lo yang ini kep. Trust me, I've seen so manyyyy hypocrite people yang mengatas nama kan agama. MUAK banget gue liatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agnostik sendiri masih bisa dibagi2 dalam kategori, silahkan diperdalam supaya tidak menimbulkan kesalah pahaman di kemudian hari :)

      Delete
    2. @sanguines : Agnostik itu BUKAN percaya Tuhan tapi tidak beragama. Jika percaya Tuhan tapi tidak beragama, ini masih disebut teis. Tapi tergantung orangnya percaya definisi Tuhan yang seperti apa. Percaya jika Tuhan adalah Alam Semesta/Universal, maka dia disebut panteis.

      Sedangkan pengertian agnostik, kamu bisa cari di wikipedia bahasa Inggris. Atau kamu bisa kok mampir sesekali ke blognya ABAM yang menjelaskan perbedaan antara ateis dan agnostik
      -
      Setuju sama Anon diatasku, banyak banyak belajar agar tidak salah paham

      Delete
  22. salah satu yang bikin mereka bertanya2 kemana tuhan adalah " banyak diluar sana yang mengaku beragama tetapi berkelakuan biadap".

    kalo menurut gue simple, agama ngga bisa disalahkan, yang disalahkan manusianya, kalu di mengerti dan menjalani agama yang dianutnya pasti akan beradap, sebaliknya kalau cuma anut-anutan diang tanpa memahami agamanya jadinya biadap.

    ReplyDelete
  23. Gue tertarik baca artikel, twit or apapun tentang atheisme.
    cara penuturannya juga macam-macam, mulai dari yang santun (seperti Anda Bertanya Atheis Menjawab), sedikit frontal (seperti @Agamajinasi) dll.

    dan dari semua tanggapan yang masuk, gue menyimpulkan kalau masih banyak orang yang berkacamata kuda sehingga tertutup terhadap suatu pemikiran yang bertentangan dengan pemahamannya dan menganggap negatif perbedaan itu

    gue merespon positif atheis dan pola pikirnya.
    buat gue, atheis nggak usah dianggap sebagai ancaman, tapi lebih sebagai cara memahami agama dari sudut pandang lain, ujung-ujungnya buat memperbaiki kualitas iman menjadi lebih dewasa menanggapi sesuatu hal.
    dalam hal ini gue setuju dengan postingan bang Psy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak..gak...gak...
      anak ingusan komennya tetap aja ingusan...hahaha

      Delete
  24. jadi ngebayangin spiderman hehe...btw, nama nya indopacific ya.

    ReplyDelete
  25. Its great and I like it so much. GHAIB/SURGA/NERAKA adalah sesuatu yang tidak αðά karena tidak dpt di buktikan! Kepercayaan dan keyakinan yang berlebihan atas sesuatu yang tidak bisa di buktikan kebenaran nya adalah KEBODOHAN yang nyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak malu bang sama nama Raja Langit tp pemikiran mentok di kolong langit hehe.. mau tau surga/ neraka jgn sama yg masih hidup.. saran saya pergi ke orang yg bisa buka mata batin aja minimal bisa liat jin dialam gaib paling bawah.. itu sengaja Tuhan bisa perlihatkan utk org yg msh hidup agar berfikir.. klo surga/ neraka tingkatan alam gaibnya lbh tinggi.. hrs ada proses kematian dulu nantikan Tuhan bangkitkan kembali.. saya berdoa agar anda jgn cepet mati tp mdh2an cepet bertobat.. semoga Tuhan memberi petunjuk ya.. sucsess dunia akhirat

      Delete
  26. Bagi gw Tuhan itu adalah pengisi kekosongan yang tidak terjawab (atau belum terjawab) sains. Dahulu kala sewaktu manusia tidak tahu bagaimana terjadinya petir mereka mengarang cerita tentang dewa petir, dan dewa dewa lain untuk mengisi ketidaktahuan mereka. Seiring berkembangnya sains kepercayaan itu ditinggalkan. Manusia menciptakan sesosok yang begitu hebat yang melebihi daya pikir manusia saat itu. Mungkin manusialah yang menciptakan Tuhan bukan sebaliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin juga, tapi siapa yg tahu dan bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ada? Sulit kan menjawabnya? Karena itu, kembali lagi ke iman dan kepercayaan masing-masing. Mau percaya atau tidak percaya, itu terserah masing-masing individu. Tapi yg penting apa? Kita harus menghormati kepercayaan orang lain.

      Konyol banget kalo kita saling bermusuhan hanya gara-gara agama. Agama itu adalah sesuatu yg sangat pribadi, hubungan seorang manusia dengan pecipta-Nya, jadi seharusnya ga usah deh ngatur-ngatur orang laen untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan kita pribadi =)

      Delete
    2. Bagi gw Tuhan itu adalah awal dan akhir.. org2 terhinalah yg mencoba menciptakan tuhan dr imaginasinya tanpa ilmu pengetahuan.. sesuatu yg tidak sama sekali dpt memberi pertolongan sedikitpun yg tak mampu menciptakan walau hanya seekor lalat.. merekalah yg menyebut itu tuhan/dewa dan membuat gambar2,patung2 yg tak bisa melindungi dirinya walau hanya sehelai rambut.. merekalah yg sangat fanatik.. bukan seseorang yg menyembah Tuhan yg sejati yg sdh jelas ada.. Simple aja,apa adanya.

      Delete
  27. Hadew kenapa gw ngantuk baca tulisan ente ye?
    hahaha.........

    ReplyDelete
  28. Membaca tanpa meninggalkan komentar, ibarat buang air besar tanpa cebok.

    komentar saya: Tulisan anda : TIDAK BERMUTU BANGETTTTTTTTTTT !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seengganya gua dan orang orang yg telah berkomentar di atas telah berani menyatakan pandangan dan juga pendapatnya tanpa harus ngumpet di balik identitas anonim kayak lu =)

      Delete
    2. Iyalah jgn pernah mundur dan takut menyebarkan kebaikan dan kebenaran di jalan Tuhan.. pakai identitas anda anonim.. semoga menjd hamba Allah yg sejati.

      Delete
  29. jika tuhan begitu sempurna dan manusia tidak sempurna,
    mengapa tuhan menciptakan semua ini? mengapa tuhan memerlukan kita?
    apakah kita diciptakan untuk menyembah kepadanya? tapi jika kita diciptakan untuk menyembah kepadanya,tidak mungkin ada agama sebanyak ini,,iyakan? berati ada banyak tuhan dong.
    ataukah karna ingin menunjukkan kepada kita begitu sempurnanya dia? berarti tuhan suka pamer dong,,tapi ituu tidak mungkin kan?
    ataukah tuhan menciptakan kita untuk menambah koleksi hambanya?

    tapi saya untuk saat ini percaya terhadap tuhan saya, meskipun saya belum tau kebenaran agama saya itu memang benar
    mohon bantuannya guys :)

    pd zaman dahulu banyak sekali terjadi bencana, dan ketika ada suatu benda yang mendominasi,makaa benda itu akan dianggap memiliki kekuatan dan benda itu yg akan disembah oleh mereka,
    begitu juga dengan kita, kita menyembah TUHAN kita karena alasan tertentu kan?
    saya menyembah ALLAH karena saya yakin bahwa ALLAH adalah segala-galanya dan sumber dari segalanya.
    begitu juga dengan kalian kan, kalian menyembah tuhan kalian karena alasan tetentu,Iiya kan?
    TAPI SEMUA ITU BERASAL DARI PEMIKIRAN KITA SENDIRI. APAKAH KITA SUDAH TERTIPU DENGAN PIKIRAN KITA SENDIRI?

    MOHON BANTUANNYA GUYS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu hal yg gua pelajari dari pengalaman gua. Di saat memikirkan Tuhan, jangan pake logika, tapi pake hati. Tuhan itu adalah suara nurani yg hidup di dalam hati setiap manusia. Dan tentunya, tiap orang punya cara tersendiri dalam menanggapi suara hati tersebut, makanya kita tidak boleh menganggap diri kita adalah yg paling bener.

      Ada satu perumpamaan yg bercerita : Ada seorang ayah yg punya tiga orang anak. Suatu hari sang ayah memberi hadiah kepada tiga orang anaknya. Anak pertama sujud-sujud menyembah sang ayah, berterima kasih. Anak kedua tersenyum dan bilang terima kasih. Anak ketiga, ga berkata apa-apa, tapi kemudian besoknya dia bikinin sarapan pagi buat ayahnya. Tuhan itu bagaika sang ayah dan agama adalah cara kita menyembah dia, dalam hal ini adalah cara ketiga anak tersebut mengungkapkan rasa terima kasih kepada sang ayah. Cara mereka berbeda-beda, lantas, cara berterima kasih siapakah yg paling baik?

      Jawabannya adalah tidak ada, karena mau bagaimana pun caranya, tujuan mereka itu sama, yaitu berterima kasih. Dan mau bagaimana pun cara yg mereka pakai, tentunya sang ayah akan mengerti maksud sang anak. Seperti itulah harusnya kita beragama. Yg penting bukan gimana caranya, tapi selama agama itu memberi kebaikan di dalam hidup umat manusia, menjunjung perdamaian, dan tidak merugikan orang lain, agama itu tidaklah salah.

      Dan agama siapa yg paling baik? Agama siapa yg paling benar. Tidak ada, karena Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, plural, heterogen, jadi tidak mungkin apabila Dia hanya mengizinkan kita hanya menggunakan satu cara untuk menyembah Dia.

      Delete
    2. Dibilang semua agama itu baik iya.. tp blm tentu benar.. bagi atheis carilah kebenarannya.. kita mengetahui dan merasakan eksistansi Tuhan itu dgn semua karyaNya yg berbeda2 namun indah dan bermakna.. tdk ada yg sia2 dgn apa yg kalian lihat dan rasakan keindahan semesta ini semua di ciptakan utk makhlukNya.. Tuhan merahasiakan wujudnya bagi siapapun yg msh hidup.. Dia akan membuka hijabNya/menampakan ke indahan wujudnya hanya utk manusia yg diridhoi dalam sisiNya kelak di akhirat.. siapa itu? Yaitu adlh manusia yg semasa hidupnya berserah diri kpd Tuhan.. mempercayaiNya dan mentaatiNya.. menyembah hanya kepadaNya dgn cara yg sdh di tentukan oleh Tuhan yg maha esa (satu), Tuhan itu Allah.. manusia aja yg kecil,miskin,bertergantungan punya "nama" apalg Tuhan yg maha kaya yg tdk bergantung pd apapun.. sekian, kesalah adalh milik saya, kesempurnaan hanya milik Allah.

      Delete
  30. Saya jadi ketawa geli dengan kalian hahahhahahah, mungkin saya usul aja untuk baca2 buku ttg Cicero, Aristoteles, Socrates, dkk,
    lalu cara kita omong kita latih sebagaimana filsuf2 modern saat ini misalnya Magnis Suseno, Nurcholis Madjid, Gusdur, dkk,
    beneran deh,, akhirnya nanti kita kan ketawa ketiwi, hahahhahahah hihihihihi,

    ReplyDelete
  31. memangnya kamu tau agama itu apa?
    atheist itu bagaimana?

    ReplyDelete
  32. Maaf ijin komen...

    Bagi saya pemeluk agama sudah hampir dipastikan fasis, yaitu menganggap agama dan tuhan yang dianutnya paling benar. jelas ini bukan sifat dasar manusia. Padahal pemeluk agama yang fasis ini mendapatkan tuhan agamanya dari orangtuanya. Tanpa bertanya, mereka menjalankan hal hal yang diwajibkan agama.

    Tuhan adalah proyeksi kedidakmampuan manusia berfikir asal usul kehidupan di dunia, jadi ketika ketidakmampuan ini mencapai batas, lantas mereka berasumsi pasti ada kekuatan di luar sana yang maha dasyat yang menciptakan semua ini. Jadi apa tujuan tuhan menciptakan kehidupan? Kalau guru SD bilang; "tuhan menciptakan manusia dan makhluk lainnya tidak lain hanya untuk menyembah kepadanya..." Tapi seorang teman yang mengaku agnostic mengatakan; "Tuhan itu ada, tapi dia menciptakan manusia untuk bersama sama menikmati ciptaannya. Bukan untuk bersusah payah menuruti permintaannya..." Si agnostic ini juga mengatakan: "Tuhan yang sebenarnya adalah tuhan yang keberadaannya tidak pernah diketahui manusia." Maksudnya adalah tuhan menciptakan, memberi tanpa minta imbalan dan tanpa harus diketahui keberadaannya.

    Saya sendiri adalah satu dari 10% penduduk bumi yang atheis. Jika memang tuhan ada, biarlah dia sendiri yang menemui dan membuktikan pada saya kalau dia benar benar tuhan.





    ReplyDelete
    Replies
    1. Semisalnya ada karyawan di sebuah perusahaan dia baik terhadap semua teman2 karyawan sampe dia baik terhadap OB dan CSnya.. tetapi dia sombong, bahkan tidak sama sekali baik dan patuh terhadap OWNER/BOSSnya yg sdh memberikan pekerjaan, fasilitas, gaji, bahkan bonus2nya.. apa yg pasti dilakukannya? pasti karyawan itu di maki, tdk diperpanjang kontrak, sadisnya lg di pecat!.. namun Tuhan maha pemaaf.. Dia msh memberikan kesempatan kpd manusia utk memperbaiki kesalahannya dan mematuhi aturan2nya sampai batas ajal menjemput.. memang sulit menjalaninya tp tdk utk hambanya yg beriman.. karna janji Tuhan itu pasti.

      Delete
  33. Betul !!!! yang diperlukan adalah TANGGUNG JAWAB dan bukan agama !!!!

    'nge

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggung jawab itu baru segelintir kecil dr makna suatu agama.. msh bnyak hal yg belum anda gali.. ibarat nyangkul/ngebor baru dpt ubi sama singkong.. pdhl klo digali trs ada kesempatan dpt harta karun,batubara dan hasil tambang yg lain.

      Delete
  34. Gibran Sampurna19 June 2015 at 20:46

    Ikut nimbrung, tertarik dengan tema postingannya.
    Terus terang ini bukan tulisan saya, tp saya pernah baca dan sangat terkesan:
    Melihat bahwa hidup ini penuh dengan identitas artificial, maka apa yang kita bisa lakukan adalah bersikap bahwa mau tak mau memang kita beridentitas ini dan itu, namun dalam skala kemanusiaan yang lebih luas sesungguhnya tidak ada pembeda yang ajeg, tetap dan mutlak. Mereka yang sering mengagung-agungkan dan mendirikan tembok-tembok pemisah kemanusiaan itu, layak kita lucuti, telanjangi, permalukan dan hancurkan, bukan dengan kekerasan, namun dengan memperlihatkan kesalahan pandangan mereka yang sumpek, cupet, diskriminatif irrasional, dan tidak membumi.

    Dengan menyadari bahwa kita adalah bagian dari evolusi semesta sekaligus bagian dari alam semesta yang satu padu, maka ADAKAH suatu entity yang tetap, ajeg, tanpa mengalami perubahan dan kekal yang bisa kita pegang? ADAKAH suatu ajaran, agama, kitab, tokoh, dan suatu figure ilahi yang mutlak benar, tanpa cacat cela, sempurna dan tidak bisa dikritik lagi?

    ReplyDelete
  35. Agama adalah untuk orang orang yang berfikir coba renungkan siapa yang menciptkan adanya langit dan bumi? Siang dan malam? Matahari dan bulan berputar sesuai waktu yang di tentukan, pohon pohon tumbuh adanya keseimbangan di dunia ini? Apakah semua terjadi begitu saja tanpa ada yang menciptakan?

    ReplyDelete
  36. Percakapan yang menarik.
    Yang terpenting adalah upaya kita untuk menuju Tuhan yang nota bene adalah perwujudan dari segala hal yang baik, Jangan berorientasi pada sesuatu hal yang membuat kita mabuk (surga atau pahala misalnya)
    Karena itu hanya akan menjadikan kita egois dan sesat,

    ReplyDelete
  37. menurut saya pola pikir mnusia semuanya berproses

    ReplyDelete
  38. menurut saya pola pikir mnusia semuanya berproses

    ReplyDelete
  39. Kalo saya Percaya Tuhan itu pasti ada tapi knpa Tuhan tidak menciptakan 1 agama sja jauh sebelum manusia di ciptakan. Saya mau nanya orang2 Athies itu percaya ga sma makhluk gaib atau makhluk halus,pemikiran atau pendapat kalian sperti apa kalau memang ga percya adanya Tuhan sedangkan di dunia ini kadang2 hal2 seperti itu benar terjadi dan kadang2 nyata. Kalau Tuhan tidak ada, yg mengatur lalu lintas di alam semesta seperti ribuan smpai milyaran planet2 di luar angkasa tidak pernah tabrakan satu sama lain itu siapa ? Trmksh

    ReplyDelete
  40. aku atheis sejak umur 20.
    aku lahir dari keluarga islam yang sangat sangat religius..

    dan aku iri sama orang2 beragama..
    kenapa mereka bisa percaya begitu saja, tanpa berfikir secara logika. sehingga dengan mudahnya masuk ke masyarakat umum.

    hanya dengan mendengarkan ceramah di gereja, masjid,tv, dll mereka dengan mudah percaya semuanya..
    sementara aku, selalu berfikir, mencari kebenaran dari semua kata2 orang lain.


    Aku atheis, tapi bukan berarti aku manusia yang paling sesat. aku tidak pernah membunuh, mencuri, dll.. aku tidak pernah mengganggu kalian, memaksa kalian menjadi atheis juga..

    Aku tidak menolak TUHAN, dan hal2 "gaib" lainnya, tapi aku tidak percaya akan itu semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku salut mendengar kata2 'BANYAK ORG NGAKUNYA BERAGAMA TAPI HIDUPNYA TIDAK SESUAI DENGAN AJARAN AGAMANYA'benar sekali kata2 seperti itu apa lagi kalau berantem masalah agama no1 pdahal ngejalanin perintah agamanya aj blom tuntu. Bnyk pertanyaan2 di benakku yg kdg2 membingungkan diriku sendiri, mungkin dr kalian ada yg bs bntu mncari jwbnnya entah itu sdkit atau bnyak. Pertanyaannya :
      1. Kenapa Tuhan menciptakan org2 kafir kalo toh nantinya di masukan kedalam neraka sedangkan org kafir belum tentu jahat semua bnyk jg yg baik. Org2 kafir protes dunk kpd Tuhan, enakan org yg lahir jd muslim. Coba bayangkan misalkan sj Anda lahirnya di agama entah itu agama islam, hindu,budha,kristen, dll mungkin kalian saat ini juga di bilang kafir iya kan ?
      2. Anonymous masukan aja sih buat kamu krna kita sbgai umat manusia alangkah baiknya kita berbagi pengetahuan iya kan ? Jd gini setelah aku bca artikel ada kata2 yg membuat aku tertegun kata itu '' TIDAK SEMUA YANG KAMU TIDAK BISA LIHAT ITU TIDAK ADA ''sebagai contoh ANGIN, jdi angin itu di anggap ada oleh SAIN (PENEMU). Tetapi SAIN tidak bs membuktikan Angin itu ada. Karna angin tidak bisa di raba tidak bisa di lihat tetapi hnya bisa di rasakan.
      3. Kadang2 memang benar aturan dan dogma2 yg ada di dalam agama banyak yang di tambah2 oleh manusia itu sendiri dengan mengatas namakan Tuhan.

      Delete
    2. 1. Kita adlh manusia yg diberi kebebasan berfikir dan memilih oleh Tuhan.. kalo jawaban di kasih pas sedang ujian lalu dmn letak ujiannya?

      2. Tuhan itu maha gaib.. dan mengetahui sgala perkara yg tak kasat mata.. manusia hidup dialam nyata sdgkn alam jin adlh alam gaib yg derajatnya terendah.. bisa terlihat hanya oleh org2 tertentu dan atas izin Tuhan saja.. alam malaikat, surga, neraka bisa terlihat ketika kita sdh mati dan dibangkitkan kembali. Setelah itu manusia yg bisa melihat Tuhan adlh dia yg berada dlm sisiNya.

      3. Pemimpin bisa khilaf.. batu bisa pecah.. tp Tuhan Allah menjaga lgsg alquran sehingga tak dapat di rusak dan dirubah kemurniannya.. maka berpeganglah pd kitab/mukjizat akhir zaman itu.

      Delete
  41. iya jadi ateis emang capek ,mikir mulu, kalo teis mah ngandalin iman aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah kenapa orang memilih mempunyai agama, mereka tidak ingij berfikir, hanya menjadi domba pengikut.

      Delete
    2. kasihan atheis ya udah jatoh ketiban duren.. hehe

      Delete
  42. hai kawan.. saudara gue sekalian, saudara dari cucu Adam-Hawa,
    atheis? sebuah keyakinan yang dianut orang yang tak pernah memahami apa arti Tuhan.
    pelajaran bagi manusia yang pertama adalah bagaimana ia tercipta dan hidup

    terlalu sulit untuk dipercaya bagaimana kita bisa menggerakkan semua anggota tubuh kita,
    kalian tau? saya pernah berfikir bahsa saya dan manusia lainnya hanyalah sebuah robot yang bergerak layaknya robot yang lain
    tapi anggapan saya itu beralih ketika saya menyadari bahwa saya bukan hanya sebuah robot,
    sayalah yang menciptakan pemikiran itu sendiri

    saya tak mengerti bagaimana pola pikir manusia yang lain mengenai kehidupan dan Tuhan

    saya tak habis pikir bagaimana sel otak dapat bekerja, bagaimana kepercayaan meeka terhadap malaikat itu nyata, tentang Tuhan
    saya bukanlah atheis, saya percaya tentang adanya Tuhan. namun tidak dengan ajaran agama-agamanya sekarang

    yang saya tau, bahwa Tuhan sangatlah berperan bagi semuanya
    sejarah? mungkin juga bisa berubah,

    akankah kalian berfikir? bagaimana bisa Injil dapat berubah dari masa ke masa? bukankah sangat mungkin jika ajaran dan kepercayaan juga pendirian setiap orang berubah dari masa ke masa?

    seperti itu juga manusia. mereka dengan nafsu mereka mengubah sebuah ajaran dan menjadikan sebuah pemikiran untuk orang lain agar tak pernah mempercayainya campur tangan Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat para atheis itu satu kakinya udh mau melangkah ke jalan kebenaran minimal udh percaya adanya Tuhan yg sejati.. tinggal yg satu kaki lg digunakan utk berjalan sesuai perintahnya.. kesimpulannya adlh bkn sekedar mengimaniNya saja tanpa mau mentaati sgala aturan2Nya.. agama itu seperti pakaian mana yg menurut anda benar/ cocok dan membuat diri anda lebih berharga disisiNya.. pesan saya ingat! Tuhan itu maha esa (satu), Tuhan itu Allah.

      Delete
  43. saya suka dengan comment2 dsni, lebih bisa menghargai pendapat, n tidak memaksa.

    walaupun ada beberapa comment2 yg "tidak beradab"

    coba semua masyarakat indonesia tercinta ini bisa seperti ini, pasti akan lebih maju, damai, dan bahagia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak adalah perintah Tuhan.. tp yg membuat bangga Tuhan kpd manusia adalah saling mengingatkan dan mendoakan kpd sesama manusia.

      Delete
  44. Tuhan adalah "teman khayalan" orang dewasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuhan tidak butuh teman.. manusia tidak pernah bisa berkhayal dgn sosok Tuhan yg sejati.. yg pernah terlintas apalagi terlihat itu bukan Tuhan.. kamu tidak bodoh hanya belum sadar.

      Delete
  45. menurut gw ilmu di dunia ga akan bisa melewati atau pun masuk ke ilmu tuhan.
    berfikir keras sekalipun kita ga akan nemuin jawabannya kenapa tuhan "begini" atau "begitu".
    jdi sains sma agama itu ada "gap" yg jelas jauh jaraknya.

    kl ada orang atau kelompok yg berbuat jahat tpi mengatasnamakan agama supaya terlihat benar, gw rasa mereka itu yg belum belajar dengan benar agamanya, karna pada dasarnya seseorang ga bisa menilai dirinya paling benar.
    intinya simple aja.
    agamaku agamaku,agamamu agamamu. entah agama apa yg mau kamu percayai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo difikir secara batas logika aja seluruh manusia pemikirannya itu baru mentok sampe langit pertama alias jagat raya yg kasat mata tp secara iman itu bisa menembus smpe perkara yg tak kasat mata alias gaib.. mata hati itu lbh unggul drpd mata kepala.

      Delete
  46. Buat saya atheis hanya berasal melintasi 2 hal.
    1. dia berfikir, tetapi sombong
    2. dia bodoh, tidak berpengetahuan

    jadi ya selamat deh buat kalian yang theis, kalian orang sombong atau bodoh? atau lebih buruk ternyata keduanya.

    gak percaya?

    baca al-qur'an, jng cuma kutipannya. baca (melakukan tindakan membaca).

    dadaaaaah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, itu definisi ateis versi siapa, kak? Versi jurnal ilmiah yang mana? Versi kakak sendiri ya?
      Oh. Pantas aja definisinya cacat.

      Belajar ilmu pengetahuan ya, kak. Jangan cuma baca kitab doang, pantes aja nggak nambah pinter

      Delete
    2. Atheis itu bknnya bodoh tp belum sadar dan beruntung.. mereka hanya memikirkan hal yg sebatas wajar didunia saja.. mereka orang yg cerdas tp sayang tdk digunakan utk menuntut ilmu yg berkenaan dgn akhirat (tempat berbangkit, perhitungan dosa/amal dan hari pembalasan).

      Delete
  47. Maksih, tulisannya bagus, tapi yang komennya suka banyak yg ga mikir yah :)
    Semoga semuanya bisa dapet jawaban masing masing. Bukan nyari musuh karena kalian pikir kalian mengerti :)

    ReplyDelete
  48. Ehemmm...ehemmm...eheemmm...

    Orang bego (otak dangkal)mau nanya donk...
    1. Jumlah manusia dibumi ada berapa?
    2. Jumlah manusia picik ( pikiran dan hati busuk) antara theis dan atheis yg banyak bikin masalah berapa y?
    3. Setiap tahun banyak manusia yg mati kelaparan sedangkan rumah theis ada dimana-dimana, Theis sibuk ngapain aja? Ingat maha pencipta menanggis pedih lho.. (Maklum kekuatan maha..maha..nya sedang disegel) dan iblis tertawa sambil menari samba..samba...
    4.btw pencipta yang segala mahatahu, mahabaik, mahabijak, dan maha..maha..lainnya lagi sibuk apa? Tidur atau lagi nonton nie?.. (Zona nyaman)
    5. Manusia masa kini (2016) masih konsisten tertipu oleh manusia masa kuno kah? Jika ia itu artinya setia.. Kepribadian yg sungguh mantap..heh
    6. Segala sesuatu harus dimulai dengan iman dan ingat akal manusia itu terbatas...? Karena itu batu atau kitab ini itu pun bisa dijadikan pencipta yg mahakuasa asalkan diimani. Saat menjelang kematian ada hakimnya yaitu tuhannya theis dan batu atau kitab ini itu yg akan menentukan manusia masuk ke surga atau neraka.. Jadi Jika kita imani maka bisa ditambah lg ke dunia imajinasi asalkan pake iman. Jadi nanti ada 3 tempat yaitu surga, neraka, dan imajinasi serta boleh ditambah tambah lagi klo kita imani. Ingat pasar 1 adalah iman dan pasal 2 adalah akal manusia terbatas..

    Tolong dijawab ya, aku haus akan kebenaran sejati... Jawabannya berbobot ya jgn cuap..cuap...kayak anak SD.. Sekian dan terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. TUHAN YG MAHA MAHA MAHA SEGALANYA (KEBAIKAN) sedang menunjukan kasih sayangNya melalui ujian dan cobaan. Mau kebahagiaan yg sejati? Usahain bisa masuk surga. Caranya: Sama2 kita semua berjuang di jalan kebenaran (Allah tuhan semesta alam)

      Delete
  49. saya atheis bukan kebenaran yang saya cari dan bukan kesalahan yang saya takuti

    pendapat saya baik melakukan kebenaran ataupun sebaliknya ada resikonya

    misalnya jika kalian saling menghargai satu sama lain
    kalian tahu sendiri resikonya begitu pun sebaliknya



    inilah hidup tidak ada kedamaian kecuali kekuatan di diri kita untuk mendamaikan diri kita sendiri di kehidupan yang gila ini




    semoga kalian lebih memahami kehidupan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manusia punya kesalahan wajar kali boss.. kesempurnaan hanya milik Allah itu kebenarannya.. mau kedamaian yg sejati? Usahain bisa masuk surga. Caranya: sama2 kita semua berjuang di jalan kebenaran.

      Delete
  50. Jujur gw org yg sangat takjub dgn karya Tuhan sang maha pencipta ..terutama itu adanya suatu perbe daan.. utk saling melengkapi,mengenali,dst.. bayangin kalo wajah kita semua sama! Jenis kelamin sama! Suara kita sama! Nama kita sama! Hayoo.. itu baru contoh kecil dr kebesaranNya.. siapa yg doyan manis? Asin? Asem? Pedes? Bahkan pait sekalipun? Udh disiapin semua coyy.. ga mungkin kan klo gw hrs jabarin tentang semua karyaNYA disini.. msh gak percaya dgn Tuhan? #YaaAllohTolong

    ReplyDelete
  51. saya sangat mengharapkan tuhan hadir dihadapan saya

    ReplyDelete
  52. umtuk apa Tuhan menciptakan makhluk hidup jika pada suatu saat nanti juga akan dihancurkan? mungkinkah makhluk hidup ini cuma mainan bagi Dia?
    secara logika...
    jika lo punya benda...dan apabila benda itu sudah rusak..atau lo bosan dan muak pasti lo buang.





    ReplyDelete
  53. @Abdul wahid.. harus pergi ke surga dlu baru bisa melihat Tuhan (insyaallah)

    @Anymous.. Ya, dunia memang hanya sementara:hancur/mati, tp akhirat kekal tergantung tempat kembalimu kemana antara surga atau neraka.. Tuhan (Allah) maha adil dan penyayang..orang yg taat kpdNya dipelihara dgn segala kenikmatan selamanya (tidak merasakan lelah/sakit/bosan) dan yg tidak taat maka sebaliknya. "Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yg kau dustakan?"

    ReplyDelete
  54. Saya heran sama orang atheis , mereka sebenarnya sesosok iblis yg masuk kedalam raga manusia ....makanya mereka tak percaya dgn penciptanya dan smua yg tlah di ciptakaNya . kalo yg gak percaya Tuhan ada dan ingin melihat Tuhan dgn nyata , pertanyaan saya : maukah anda sy penggal lehernya baru nanti sy jamin anda melihat Tuhan .

    ReplyDelete
  55. Anda pikir dgn kecerdasan anda yg sedikit itu lalu anda bisa sombong meniadakan Tuhan yg menciptakan alam semesta ,...... Anda itu hanya terbuat dri air mani yg hina dina , jgn lantas anda merasa manusia paling hebat dan melampaui batas mu sebagai manusia..... Tuhan itu maha segala galanya , dia yg ciptakan dia jg yg berhak menghancurkan . penemu2 teknologi atau orang2 hebat terdahulu itu hanya bgaikan tetesan air di lautan ilmunya . apalagi ilmumu wahai atheis ( iblis ). Knapa manusia bisa merasakan indra perasa yg berbeda beda .... Itu lah perwujudah Tuhan ....Tuhan itu tak berbentuk tapi terasa .

    ReplyDelete
  56. Oh iya ...saya muslim , dan saya cinta dan bangga dgn agama sy .....sy jg percaya dan meyakini dgn dogma2 agama sy selama itu benar dan masuk akal , dan semua agama mengajarkan kebaikan di dunia . yg perusak ialah mereka yg menjual agamanya untuk kpentingan pribadinya . semua agama itu suci karena dri Tuhanlah agama itu di ciptakan . yg kotor itu manusia nya yg di masuki iblis iblis dan setan setan .

    ReplyDelete
  57. Oh iya ...saya muslim , dan saya cinta dan bangga dgn agama sy .....sy jg percaya dan meyakini dgn dogma2 agama sy selama itu benar dan masuk akal , dan semua agama mengajarkan kebaikan di dunia . yg perusak ialah mereka yg menjual agamanya untuk kpentingan pribadinya . semua agama itu suci karena dri Tuhanlah agama itu di ciptakan . yg kotor itu manusia nya yg di masuki iblis iblis dan setan setan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba baca baik baik artikelnya sebelum komentar. Ini lah penyakitnya orang beragama di Indonesia, menganggap pemahaman diri sendiri yg paling benar, tapi sebenernya sendirinya kaga ngerti apa apa. Arogan, buta, bisu, tuli terhadap kenyataan. Di artikel di atas, gua kaga ngomongin Atheist itu benar atau salah, gua hanya MENJELASKAN kenapa orang bisa jadi Atheist. Dan ya, salah satunya adalah orang-orang seperti kalian yg bisanya cuap cuap, omong besar, sebelum memahami baik baik apa yg ditulis di atas. Paling seneng ngejudge orang benar atau salah, tapi ga pernah terpikir untuk memahami sebab di balik perbuatan orang itu. Bukankah semua agama itu mengajarkan cinta kasih?

      Oh ya, saya juga seorang pemeluk agama. Saya cinta dan bangga sama agama saya, karena itu saya memilih untuk MEMAHAMI agama saya benar-benar. Agama saya mengajarkan cinta kasih, jadi saya tidak membenci orang yg berbeda prinsip dengan saya. Malah saya diajarkan untuk bisa berempati dan memahami mereka-mereka yg "berbeda" Kalo Anda cinta dan bangga dengan agama Anda, BELAJAR BACA, dan pahamilah agama Anda baik-baik sebelum ngejudge orang lain. Terima kasih.

      Delete
  58. Tipikal muslim arogan. Tidak mau terima sudut pandang lain, memaksakan kehendak dan ujung2nya ancaman fisik. Apa2an itu ancam main penggal segala. Laporkan saja itu ke polisi. Biar mampus lu tipe2 org kaya gini busuk di penjara.

    ReplyDelete
  59. Mnarik Skali tulisan anda?sya s7pndapat Anda...
    Mslh jin,gendruo,kuntilanak sngat bsa djlskn scra ilmiah? Hnya sja msh trllu dini mnjwab scra ilmiah?

    ReplyDelete
  60. Kehidupan ini mungkin telah diprogram oleh tuhan, dan banyak sekali campur tangan tuhan. iblis pun mungkin telah diprogram oleh tuhan. Semua pemahaman manusia terbentuk dari penelitian kehidupan yang dijalaninya. Nabi belajar pemahaman langsung dari tuhan Dia itu cuman Perantara tuhan,sedangkan kita belajar pemahaman lewat manusia-manusia yang berbeda pemahamanya,ya wajarlah jika manusia selalu berbeda pendapat.Dan manusia NORMAL tidak akan mudah percaya dengan omongan kosong. manusia Dipaksa hidup mandiri dan tidak tergantung tuhan. Mengapa agama berbeda-beda ? Apakah pemikiran tuhan berbeda-beda.Inti adanya agama untuk memanusiawikan manusia.Jika ada Manusia tanpa agama tapi sikap dia telah manusiawi , ya berarti dia manusia yang hebat...

    ReplyDelete

Temen-temen yg ga punya blog atau account Google, tetap bisa komentar kok. Di bagian "Comment As" pilih "Name/URL", terus masukin nama dan email kamu, beres deh.

Satu-dua buah baris komentar yg sahabat tinggalkan merupakan sebuah apresiasi yg sangat besar artinya bagi sang penulis =)